Al Capone Does My Shirts (Gennifer Choldenko)


Gennifer Choldenko (2004)
Puffin, 2006
Young Readers Fiction
978-0-14-240370-9
TGA Sency – Rp79,000

San Francisco bay adalah tempat yang indah. Tapi kalau bisa memilih, Moose Flanagan lebih suka rumah mereka yang dulu di Santa Monica. Sekarang ia tinggal di tengah-tengah bay, di batu karang berlapis semen seluas 12 acre, tepatnya di pulau Alcatraz tempat penjahat-penjahat terkejam yang pernah ada di Amerika dipenjarakan. Ayahnya bekerja di sana sebagai tukang listrik merangkap penjaga. Moose berusaha untuk berbaur tanpa mencari masalah dengan tempat tinggal dan sekolah barunya. Teman-teman Moose di dalam pulau itu adalah sesama anak pekerja. Ada Jimmy dan Therese, Anie yang pandai bermain baseball, juga Piper Williams anak sipir kepala yang cerdas namun otaknya penuh dengan rencana-rencana nakal ala kriminal.

Kalau hidup di Alcatraz belum terlalu aneh dan menyebalkan, Moose harus pula menjaga kakaknya hampir setiap saat. Kakaknya, Natalie, memiliki kondisi autisme. Orang tua mereka bekerja keras sebagian besar untuk menyekolahkan Natalie ke sebuah sekolah khusus yang sudah 2 kali menolak untuk menerima Natalie.

Novel ini adalah kisah fiksi yang mengambil setting di sebuah tempat yang nyata dan menggunakan fakta-fakta dari masa tersebut. Para tahanan di Alcatraz bila berkelakuan baik biasanya diberi pekerjaan di luar sel untuk membuat mereka sibuk dan berguna, seperti misalnya mengangkat barang, membuang sampah, memelihara taman, dan mencuci pakaian. Konon, Al Capone adalah salah satu yang bekerja di pencucian pakaian. Siapa yang tidak bangga, bila semua orang tahu bajumu dicuci dan disetrika oleh gangster kejam, penjahat ternama yang kisahnya selalu diburu media seperti layaknya selebritas. Bahkan lewat cucian ini lah Al Capone bisa “dihubungi”.

Penulis juga mengangkat kondisi autisme yang pada kala itu belum dikenal apalagi dipahami, dimana anak-anak seperti Natalie yang hidup di dunianya sendiri, sulit untuk diterima oleh masyarakat awam. Bahkan dikisahkan beberapa kenalan dari orang tua Moose pernah menyarankan agar Natalie dikirim ke rumah sakit jiwa.

Ada banyak hal sederhana yang membuat Moose sulit untuk mengambil sikap. Misalnya tentang pertemanan dengan Piper yang baik namun juga licik, atau hubungannya dengan Natalie yang sulit diajak berkomunikasi tapi di sisi lain Moose mengasihi dan merasa bertanggung jawab untuk menjaganya. Kisah Moose adalah kisah seorang anak lelaki yang baru beranjak dewasa, dengan sisipan humor dan tentunya pesan moral yang baik. Love it.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s