C’est La Vie [Fanny Hartanti]


Fanny Hartanti
GPU, Februari 2008
Fiksi Chicklit
978-979-22-3282-0
Bazaar Gramedia – Rp26,100

Memang paling enak kalau membaca dan tidak mengaharapkan apa-apa. Biasanya malah dapat harta karun. Novel ini adalah harta karun.

Tiga perempuan Indonesia dengan karakter yang berbeda, dari 3 latar balakang yang berbeda pula, menjadi sahabat di perantauan. Amara dan Ayu ikut suami masing-masing yang memang asli londo, sedangkan Karina setamat kuliahnya mendapat pekerjaan bagus di Belanda. Pacarnya pun londo. Bukan, novel ini bukan novel cinta-cintaan. Cinta hanyalah satu dari sekian kisah dan persahabatan ketiga perempuan itu. Selebihnya mereka menjalani kehidupan itu. Ada tawa renyah saling mencela, ada senyum-senyum simpul di antara cerita jorok, ada kesal karena pergesekan cara pandang, ada yang bijaksana, ada pula yang sumbunya pendek, ada air mata dan cobaan, juga doa. C’est la vie. That’s life.

Saya kagum dengan cara Fanny menulis. Tidak kaku tapi juga tidak terlalu ngepop, tidak membosankan sedikitpun. Tipe dan pola pikir perempuan Indonesia pada umumnya, terwakili dengan ketiga tokoh utamanya. Ayu yang njawani tenanan, pasrah, nrimo, berusaha selalu bersyukur sama Gusti Allah meskipun memendam kesal. Amara cewek cantik asal Jakarta, bekerja memakai high heels tentunya, dari keluarga menengah yang berpendidikan, terbawa gaya metropolitan yang menilai ‘harga’ seseorang dari status dan jenis pekerjaannya. Lalu Karina yang sudah berusia kepala 3 namun masih melajang, sibuk diet dan takut gendut, mulut ceplas-ceplos, pendidikan S2 di Belanda dan punya jabatan bagus di perusahaan ternama, berusaha mati-matian agar dilamar kekasihnya supaya bisa segera menjadi ‘perempuan yang lengkap’.

Saya pikir Four Seasons in Belgium adalah novel bagus. Yang ini, luar biasa! Makin saya yakin nama Fanny Hartanti adalah jaminan novel bagus.

5 thoughts on “C’est La Vie [Fanny Hartanti]

  1. loved this one, Ndres. nyesel deh pas bazaar kemarin gak ngambil yang satunya lagi, the wedding games. padahal harganya lagi pada diobral 40% off. hiks…

  2. astridfelicialim says:

    rey, kangen ih baca reviewmu =) aku juga suka buku2nya fanny, membumi dan bahasanya enak, dan nggak fairy tale yah endingnya…

  3. hai astrid, apa kabar? :) iya, kedua buku fanny yang sudah aku baca, bahasanya luwes dan santun, nggak terlalu “gaul” atau sok ngepop gitu. enak bacanya ya… dan bener kata astrid, ending-nya realistis. kita nggak dipaksa untuk ikutan happy secara mutlak seperti di fairy tale hehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s