Sang Maharani [Agnes Jessica]


Agnes Jessica
GPU, Desember 2009
Fiksi Dewasa
978-979-22-4447-2
Bazaar Gramedia – Rp25,200

Saya tertarik dengan buku ini karena latar kisahnya yang zaman penjajahan. Entah kenapa, kehidupan masa-masa itu selalu menarik untuk saya. Bukan karena peperangannya, tapi kehidupan sosial yang mendampinginya itu yang selalu sukses membuat saya terhanyut.

Maharani adalah anak semata wayang Jenderal Van Houten. Ibunya asli pribumi. Setelah ayahnya menikah lagi, kehidupan Sang Maharani berubah total. Ibu tirinya kejam, bermulut pedas dan pendengki. Ketika Jepang masuk dan semua keturunan Belanda dijadikan tawanan perang, Maharani diserahkan ibu tirinya ke pemerintah Jepang dan kemudian dijadikan jugun ianfu. Hancur sudah kehidupannya, masa depannya, perasaan dan harga dirinya sebagai manusia yang berharga.

Membaca buku ini seperti melihat potongan-potongan dari beberapa film dan buku sekaligus. Sebut saja Perempuan Kembang Jepun, Malory Towers, buku-buku karya Mira W, film-film berlatar Jakarta tempoe doeleoe, film tentang kamp pengungsi tentara Hitler. Visual saya tentang Batavia malah lebih ke Jakarta tahun 70-80an daripada masa sehabis perang. Mungkin karena penggambarannya yang terlalu moderen dibanding masa yang seharusnya. Beberapa naratif tentang sejarah yang dimaksudkan untuk menguatkan latar malah banyak yang saya lewati karena seperti membaca brosur museum.

Terlepas dari hal-hal diatas, novel ini sejujurnya menarik. Tanpa latar zaman penjajahan dan jugun ianfu pun kisah ini masih tetap bisa ‘jalan’ dengan alur sinetron masa kini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s