Manusia Setengah Salmon [Raditya Dika]


Raditya Dika
Gagas Media, Cetakan keenam 2012
Nonfiksi Komedi
978-979-780-531-9
Gramedia GI – Rp42,000

Entah apa yang saya pikirkan ketika membeli buku ini, karena saya jarang membeli buku lucu-lucuan. Saya pernah dengar tentang si Kambing Jantan yang terkenal di jagat blogging, tapi jujur saya tidak pernah membaca blognya, membeli bukunya, apalagi sampai menonton filmnya. Lalu, apa yang berubah? Well, thanks to Stand Up Comedy di beberapa stasiun televisi lokal, saya jadi kepingin tahu tentang Dika dan isi kepalanya, dan baru sekarang ada kesempatan membeli salah satu bukunya.

Berisi 18 cerita pendek yang diambil dari keseharian si penulis baik yang nyata maupun khayalan, secara umum buku ini tidak hanya kocak tapi juga ‘dalam’. Kisah-kisah yang diambil dari kejadian yang dialami penulis pasti ada tambahan semacam refleksi diri. Tidak sekadar konyol-konyolan, meskipun pada umumnya Dika dan keluarga terkesan selalu menghadapi apapun dengan cara yang kocak, tapi ada bahan renungan yang Dika bagikan.

Bab pertama “Ledakan Paling Merdu” adalah kisah tentang acara kentut pagi bersama. Lebay, konyol. Tapi ini juga kisah tentang kebersamaan antara ayah dengan anak. Dengan segala kesibukannya sekarang, Dika semakin jarang berinteraksi dengan sang ayah, dan ritual kentut pagi menjadi momen langka yang membahagiakan.

“Kasih Ibu Sepanjang Belanda” adalah bab favorit saya. Isinya komplit dengan semua kekacauan khas Dika, percakapan ngawur setengah miskom dengan keluarganya, sampai renungan hati tentang kasih ibu yang terlalu berlebihan tapi tidak semua orang bisa memiliki keistimewaan itu.

Kenapa judulnya Manusia Setengah Salmon?

Pito, Mister, dan salmon mengingatkan gue kembali bahwa esensi kita menjadi makhluk hidup adalah pindah. Dimulai dari kecil, kita pindah dari rahim ibu ke dunia nyata. Lalu kita pindah sekolah, lalu pindah pekerjaan. Dan, pada akhirnya, kita pindah hidup. Mati, pindah ke alam lain. (hal. 253)

Ya, buku ini bercerita tentang pindah rumah, pindah kota, pindah hubungan keluarga, pindah sopir, sampai pindah hati yang dialami Dika. (Kelihatannya dia belum beruntung dan galau sekali untuk urusan yang terakhir itu. Hehe. Jiayou!)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s