Therese Raquin [Emile Zola]


Emile Zola (1867)
Gramedia, Agustus 2011
Novel Klasik
978-979-22-7436-3
Gramedia GI – Rp42,000

Novel ini merupakan thriller klasik dari abad ke-19 karya Emile Zola, seorang penulis asal Perancis. Saya tidak bisa membayangkan kehebohan yang diciptakan novel ini ketika pertama kali diterbitkan, karena ceritanya cenderung sadis, bukan novel roman atau drama biasa. Si penulis sendiri akhirnya harus memberikan kata pengantar tambahan pada cetakan keduanya di tahun 1868 untuk menjelaskan latar belakang tema novel. Sepertinya novel ini bukan novel yang populer di mata para kritikus kala itu.

Therese Raquin adalah tokoh utama wanitanya. Ia merupakan wanita yang terkukung dalam pernikahan yang tidak ia nikmati, hidup dalam keluarga kecil yang membosankan, dan sudah pasti tertekan karena tidak bisa menjadi diri sendiri. Therese menikah dengan sepupunya yang penyakitan. Sejak kecil ia dirawat oleh bibinya, dan pernikahan antara Therese dengan Camille sudah diatur sejak awal oleh bibinya itu. Siapa lagi yang akan merawat Camille, kalau bukan Therese.

Zola menyisipkan latar belakang Therese sebagai pengantar karakter aslinya untuk menbawa pembaca memahami tekanan yang ia hadapi. Ibu Therese berasal dari Algeria dan ayahnya adalah seorang pelaut. Bisa dibayangkan kalau Therese memiliki potensi menjadi pribadi yang aktif dan juga berbakat nekat. Keadaan yang mendesaknya untuk hidup pasrah dan monoton seperti sekarang.

Perkenalan Therese dengan Laurent, teman kerja suaminya, membuka jalan untuk perselingkuhan. Laurent adalah apapun yang bertolak belakang Camille dan membuat Therese lebih “hidup”. Sebaliknya, Therese adalah jalan keluar bagi lelaki seperti Laurent yang pemalas dan suka memanipulasi orang di sekitarnya untuk kepentingannya sendiri. Berselingkuh dengan Therese akan lebih murah daripada Laurent harus membayar pelacur.

Yang terberat dari novel ini adalah kenyataan bahwa novel ini bukan novel pada umumnya, dimana si baik mengalahkan si jahat. Beban bagi saya sebagai pembaca adalah saya harus konstan membaca dendam, rencana jahat, pikiran jahat, niat jahat yang disengaja maupun tidak, dan segala akibatnya. Tidak seorang tokoh pun keluar dengan tangan bersih dari kisah tragis keluarga ini.

Menurut Zola pada kata pengantarnya, novel ini ia maksudkan sebagai studi kasus atas temperamen manusia. Interaksi dari beragam temperamen para tokohnya lah yang kemudian menjadi alur utama kisah pahit ini. Wow. Pahit dan sinis sekali.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s