Nobody’s Boy / Sebatang Kara [Hector Malot]


Hector Malot (1878)
Gramedia, April 2010
Novel Klasik
978-979-22-5702-1
Inibuku – IDR35,700

Di usia 8 tahun, Remi dijual oleh ayah angkatnya ke pemusik jalanan, Signor Vitalis. Awalnya terasa berat hidup di jalanan, bukan bersama Ibu Barberin yang baik hati dan penyayang. Tapi ternyata, hidup bersama Signor Vitalis yang berpenampilan nyentrik beserta 3 anjing dan seekor monyet bukan sesuatu yang sulit dijalani. Bersama keluarga barunya, Remi bertualang menyusuri jalanan di Perancis, Inggris dan Itali. Wow, sangat menyenangkan!

Di antara hiburan yang mereka suguhkan kepada para pejalan kaki dan pengunjung taman-taman kota, Remi juga bertumbuh baik secara fisik maupun mental. Tidak ada Ibu Barberin yang memeluk atau membuainya ketika ia sedih atau gelisah. Remi harus berjuang untuk berani dan tegar menghadapi masalah, terutama ketika Signor Vitalis masuk penjara. Remi harus tetap melakukan pertunjukan supaya ia dan ke 4 kawan kecilnya bisa makan. Perjalanan hidup yang naik turun, sedih gembira, datang bertubi-tubi. Klimaksnya adalah ketika Remi harus mengalami kehilangan demi kehilangan yang datang tiba-tiba, ketika segala sesuatunya justru terasa lebih solid.

Awalnya jujur aku ragu untuk membaca ini, padahal wujudnya sudah lama menumpuk bersama puluhan buku lain yang mengantri untuk dibaca. Aku mencoba selektif memilih bacaan dengan menghindari tema yang sedih, njelimet, maupun bahasa sastra tingkat tinggi yang harus dipahami dengan bahasa kalbu. Judul “Nobody’s Boy” atau aslinya dalam bahasa Perancis “Sans Famille” (tanpa keluarga) menyiratkan bahwa novel ini memang berisi tentang cobaan hidup yang sarat kesedihan. Well, tidak sepenuhnya salah. Tapi jika dikatakan buku ini adalah masterpiece tentang keberanian, integritas dan kesetiaan, aku setuju 100%.

Hidup Remi yang berwarna digambarkan dengan sangat keren di dalam kisah klasik ini. Bayangkan saja, novel ini ditulis pada tahun 1878 namun ceritanya sama sekali tidak terpenjara dalam abad manapun. Kisah sedihnya tidak membuat hati lelah untuk membaca, keluguan Remi tetap jenaka, kesusahan yang dialaminya ditanggapi dengan semangat dan nilai-nilai positif. Sungguh novel yang luar biasa! Tidak banyak novel yang bisa memberikan rasa bahagia seperti ini kepada pembacanya.

18 thoughts on “Nobody’s Boy / Sebatang Kara [Hector Malot]

  1. buku wajib baca, aku udah baca buku terjemahan terbitan lamanya -gatau apa keluaran terbarunya bisa seperfect terjemahan Abdoel muis- tiap abis baca serasa aku udah ngerasain perjalanan pnjg ke pelosok negri, aku kritis masalah bacaan, tp buku ini serasa membuat kita menerawang bukan membaca.

    • hi Odi. aku setuju dengan mu. buku ini membawa kita berjalan-jalan keliling dunia bersama remi dan signor vitalis. terjemahan yg sekarang oleh Tanti Lesmana. menurutku terjemahannya oke punya loh! :)

  2. iqbalsahawi says:

    Wahh kak, aku senang baca ginian….
    blog kakak bagus,…
    aq follow gak papa kan?

    n…
    heheh, sory kak,….
    buku2 nih kakak punya dalam bentuk buku semua?
    nyarinya dimna kak yah?
    sya bertempat tinggal di makassar, n senang nyari buku. Sayang disini sy gak nemu buku2 yang sy cari…..
    mo beli lewat internet gak tau caranya.

    • hi Iqbal makasi yah. iya semuanya dalam bentuk buku (printed). di halaman Knots ada beberapa toko buku online yg bisa kamu kunjungi. setiap toko ada tata cara pemesanannya, tp umumnya tidak sulit. pilih buku, transfer pembayaran, konfirmasi pembayaran ke toko tsb, tunggu bukunya sampai ke rumah. beres deh :)

      • VIda says:

        iya niey..berawal dari baca buku novel 1 terus ketagihan hehehe..btw, kamu sms ke aku dong no hp mu yg terbaru. aku sulit sekali menghubungi mu. thank you

  3. Ali Altway says:

    Buku yang bagus untuk dibaca pada generasi manapun. Cerita ini pernah diceritakan guru saya pada saat saya sekolah di bangku SD. Saya ingin membeli buku ini bagaimana caranya?

  4. agung hadyono says:

    Setelah penasaran berbulan2 berburu buku ini karena sdh kosong di gramedia mana2 di sby, akhirnya dapat di gramedia sutos (sby town square) minggu yang lalu.
    Limapuluh tahun yl saya membaca terjemahan Abdul Muis (Balai Pustaka)ini. Edisi terbitan gramed ini tdk seindah yg dulu, Komentar istri saya, rasanya dulu saya baca serialnya di majalah ‘Kuncung’ kok sampai ratusan edisi, kok bukunya tipis amat. Benar, dibanding bukunya yg lama pun, yg sekarang lebih tipis. Rupanya banyak bagian2 yg dihilangkan oleh penerjemah yg sekarang.

  5. Pertama aku tahu cerita remi dari sebuah anime waktu aku smp. Judulnya Nobody Girl Remi yg kutonton di salah satu stasiun tv. Dari cerita selalu membuatku terharu tiap episode. Sampai di episode akhir, aku menangis T__T (terharu) baru kali ini nonton sampai nangis. Penasaran aku search tentang ‘remi’ ternyata kisahnya berdasar sebuah novel dan anime nya pernah tayang thn 1995 (masih balita), yg bikin kaget ternyata remi asli cowo ^_^

  6. rezs says:

    aku mau beli ini tp dimana ga ada lagi yg jual ada yang bisa kasi solusi ,aku orang palembang,kalo ada yg bisa bantu tlg hubungi via facebook di nama reza prasetyo sasongko

  7. oetoro says:

    setelah dicari2 akhirnya ketemu juga buku ini yg versi Gramedia …… saya baca sekitar tahun 1963an dan sangat terkesan dgn kisah perjalanan perjuangan hidup Remi bersama Vitalis dan anjing2nya + seekor monyet “Cappy” yang menyentuh dan jenaka ……mudah2an masih ada ya di gramedia ?

  8. EbietRN says:

    Nih tahun 2016 , saya cari ini buku tp tdk ktmu. Ad yg mau jual gak dgn saya? Yg terjemahan abdoel muis. Kloada email sya ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s