Anak-anak Totto-chan: Perjalanan Kemanusiaan untuk Anak-anak Dunia [Tetsuko Kuroyanagi]


Tetsuko Kuroyanagi (1997)
Gramedia
Cetakan Pertama, Februari 2010
Non-fiksi
978-979-22-5010-7
Gramedia GI – IDR 50,000

Menuntaskan buku ini bukan hal yang mudah karena ada banyak kesedihan disana. Tidak seperti buku terdahulu yang bercerita tentang masa kecil Totto-chan yang indah dan membahagiakan, kali ini Totto-chan dewasa berbagi cerita ketika ia bertugas sebagai Duta Kemanusiaan UNICEF. Dalam tugasnya, Totto-Chan berkunjung ke negara-negara miskin dan berkembang, negeri yang dilanda kekeringan, dan bertemu dengan anak-anak korban perang.

Kisahnya dimulai tahun 1984 ketika Totto-chan berkunjung ke Tanzania. Di Tanzania, Totto-chan senang sekali karena semua orang memanggilnya dengan nama kecilnya, padahal tak mungkin mereka semua pernah membaca bukunya. Ternyata ada sebuah kebetulan yang mengagumkan bagi Totto-chan karena “anak” dalam bahasa Swahili sesebut “totto”, sehingga nama kecilnya itu kerap disebut-sebut semua orang. Ada banyak anak-anak menderita dan meninggal karena kelaparan dan kekeringan di Tanzania, tapi Totto-chan juga bertemu dengan anak-anak ceria yang bermain dengan bahagia serta menyanyikan lagu-lagu Afrika dengan indah. Kisah pertemuan Totto-chan dengan Benedicta yang berusia 2 tahun di sebuah panti asuhan dan tentang seorang anak lali-laki yang dipenjara karena mencuri t-shirt membuatku ikut menangis. Totto-chan malu pada dirinya sendiri karena ia memiliki banyak t-shirt yang diberikan orang atau dibelinya sendiri namun tidak pernah ia pakai karena tidak cocok. Sebuah teguran yang sangat mengena di hati, betapa terkadang kita lupa bersyukur atas apa yang kita miliki dengan begitu melimpah dan masih saja mengeluh.

Setelah itu Totto-chan berkunjung ke lebih dari selusin negara lainnnya seperti Nigeria, India, Irak, Sudan, Rwanda dan Bosnia-Herzegovina. Masih ada banyak kisah-kisah dalam buku ini yang akan mengguncangkan perasaan kemanusiaan kita. Bahkan ketika kita tidak mampu lagi membaca kalimat-kalimat yang tertulis disana, ada banyak foto-foto yang diambil dari perjalanan Totto-chan yang akan bercerita tentang saudara-saudara kecil kita yang hidup di belahan dunia lain dan tentang penderitaan yang mereka alami.

“Ada satu hal yang saya ingin Anda ingat; Orang dewasa meninggal sambil mengerang, mengeluhkan rasa sakit mereka. Tapi anak-anak hanya diam. Mereka mati dalam kebisuan, di bawah daun-daun pisang, memercayai kita, orang-orang dewasa.” (Hal.17)

Aku membaca buku ini sepenggal demi sepenggal sejak beberapa bulan lalu karena biasanya aku mengakhiri satu bab dengan banjir air mata. Aku bersyukur ada sosok Totto-chan yang kita miliki untuk membagikan pengalaman hidupnya baik ketika ia kecil maupun ketika ia sudah dewasa, sehingga semakin banyak orang akan terinspirasi untuk melakukan perubahan dan membantu anak-anak untuk memiliki pengalaman indah dalam hidup mereka untuk mencapai masa depan yang baik.

Buku terkait:
Totto-chan: Gadis Kecil di Jendela

One thought on “Anak-anak Totto-chan: Perjalanan Kemanusiaan untuk Anak-anak Dunia [Tetsuko Kuroyanagi]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s