Cinta Pertama [Ivan Turgenev]


Ivan Turgenev (1860)
Pustaka Jaya
Cetakan keempat, 2009
Novel Dewasa
978-979-419-354-9
Gramedia Botani Square– IDR35,000

Vladimir Petrovitsy memilih untuk menceritakan kisah cinta pertamanya melalui tulisan seperti yang telah ia janjikan kepada rekan-rekannya, tuan rumah pesta (tak bernama) dan Sergei Nikolayevitsy. Ketika berusia 16 tahun, Petrovitsy jatuh hati kepada Zinaida Zasyekina yang berusia 21 tahun, anak seorang puteri. Meskipun memiliki garis keturunan bangsawan, puteri Zasyekina dan anak gadisnya hidup dalam kemiskinan. Mereka tinggal di sisi kanan rumah yang disewa keluarga Petrovitsy.

Hampir tiap saat Zinaida dikelilingi laki-laki yang menyukainya, termasuk Vladimir. Zinaida menggunakan kecantikannya untuk bermain dan berolok-olok dengan para pemujanya. Seaneh apapun permainan mereka, para lelaki itu tetap melakukannya dengan senang hati. Gadis cantik dengan gaun usang dikelilingi oleh lelaki tua dan muda berasal dari berbagai golongan termasuk diantaranya seorang pangeran, dokter, penyair, bekas kapten dan mantan anggota kavaleri. Bisa dibayangkan betapa anehnya gerombolan tersebut.

Di halaman belakang dituliskan bahwa Cinta Pertama adalah novelet yang indah, peka dan mengharukan. Aku suka plot dan isi ceritanya yang sedikit aneh dan juga ending-nya yang menyisakan banyak ruang untuk menebak-nebak dan mencari kesimpulan sendiri. Hanya saja, sulit untuk menemukan sisi indah, peka dan haru dari novel ini. Tragis malah. Kisah cinta ini menjadi tragedi bagi Vladimir karena ternyata dari sekian banyak lelaki yang mengelilinginya setiap saat, Zinaida justru jatuh hati pada seseorang yang tidak pernah bergabung dalam permainan mereka.

Terlepas dari reputasi novel klasik ini, aku tidak menikmatinya. Entah karena masalah terjemahan yang jadul, atau karena diterjemahkan secara kaku dari bahasa Belanda, atau memang novel ini aslinya ditulis dengan kalimat yang berkelok-kelok? Terjemahan Bahasa Inggris dapat dibaca secara online disini dan, terus terang, flow-nya jauh lebih mudah dinikmati dan dipahami.

3 thoughts on “Cinta Pertama [Ivan Turgenev]

  1. astridfelicialim says:

    kayanya bagus rey, bukunya…masalah terjemahan emang selalu bikin sebel ya =) aku punya pengalaman sama waktu baca Libri di Luca…ugh…seret rasanya, hehe…

  2. alur ceritanya nggak biasa dan aku suka. tapi memang seret baca novel bhs indonesia-nya, padahal bukunya tipis. aku coba baca lagi scr online, merasa lebih baik, tapi kesan keseluruhan untuk novelnya sendiri sudah “damaged”. kalo astrid mau baca, aku bisa kirimkan novelnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s