Smurf Hitam, Smurf Bendahara, Raja Smurf [Péyo]


Péyo (1963) (1992) (1965)
Elex Media Komputindo
Softcover, 2009
Komik
978-979-27-5474-2
Gramedia Grand Indonesia – IDR 24,750 – 31,500
(disc 10%)

Tidak hanya Tintin dan Lucky Luke yang berganti penampilan, Smurf juga ternyata diterbitkan ulang. Beginilah penampilan terbaru dari Smurf yang imut dan kocak: kemasan mungil, sampul mengkilap dan halaman yang (tetap) berwarna-warni. Tidak sedikit penggemar Smurf yang berharap serial ini bisa diterbitkan ulang, dan rupanya Elex Media menanggapi permintaan tersebut dengan serius. Baik ya? :) Kisah-kisah Smurf dahulu kala diterbitkan oleh Aya Media Pustaka, aku nggak tahu penerbit ini masih ada atau sudah bubar. Beberapa kisah Smurf terbitan lama bisa dibaca disini.

Ada 12 judul Smurf yang direncanakan untuk diterbitkan ulang oleh Elex, judul-judul tersebut bisa dilihat di sampul belakang komik. Untuk sekarang, baru 3 judul yang bisa aku temukan di toko buku. Harganya variatif, mulai dari Rp27,000 hingga Rp35,000, tergantung jumlah halaman. Mahal? Enggak juga. Gramedia memberikan diskon 10% sepanjang tahun untuk pembayaran menggunakan kartu kredit BCA, sedangkan toko buku online menawarkan diskon sebesar 12-15% dari harga retail. Murah, bukan? :)

Smuf Hitam” berkisah tentang Smurf Pemalas yang berubah menjadi hitam setelah digigit lalat Bzz. Smurf lain akan tertular bila buntut mereka digigit oleh Smurf Hitam yang ganas dan licik. Semua ramuan Papa Smurf gagal untuk menyembuhkan penyakit menular ini, malah Papa Smurf ikut pula tergigit. Ada 3 kisah dalam komik Smurf Hitam, yang kedua berjudul “Smurf Terbang“. Kalau tidak salah cerita ini akan disambung ke “Astronosmurf”. Kisah “Si Penculik Smurf” membuka perkenalan dengan Gargamel & Azrael, musuh abadi Smurf.

Bendahara Smurf” berkisah tentang para Smurf yang meniru manusia dengan menjadikan koin emas sebagai alat bayar di negeri Smurf. Tidak hanya meniru uang manusia, para Smurf yang tadinya damai sejahtera mulaii menjadi tamak, iri dan pamrih. Kala itu Papa Smurf sedang terbaring sakit. Kisah ini sebenarnya terlalu awal untuk diterbitkan sebagai komik nomor dua, karena di sini sudah ada Smurfin & bayi Smurf, sedangkan kisah Smurfin baru akan diterbitkan Elex di urutan komik kelima. Oh iya, dalam kisah ini kita juga bertemu dengan teman-teman lama Smurf, Olivier dan Homnibus, yang kerap muncul di Johan & Pirlouit.

Smurf memang nakal, ada-ada saja kelakuan mereka kalau Papa Smurf tidak ada. Ketika Papa Smurf harus pergi mencari bubuk Spurge untuk ramuan terbarunya, para Smurf bertengkar karena semua merasa pantas untuk menjadi pemimpin pengganti. Mungkin Opa Peyo sedang menyindir pembaca (manusia) dengan membiarkan kita melihat  tingkah polah Smurf yang sikut-menyikut dalam kampanye dan pemilu pertama mereka di cerita “Raja Smurf“. Kisah “Konser Smurfoni” adalah salah satu kisah yang paling mengharukan karena Smurf menunjukan kekompakan mereka saudara bersaudara. Meskipun Smurf Sumbang kurang berbakat dalam memainkan alat musik, Smurf lainnya berbesar hati untuk membiarkan Smurf Sumbang ini ikut dalam simfoni mereka. Ceritanya lucu dan sebaiknya dibaca langsung dari komiknya. Dijamin seru deh ;)

One thought on “Smurf Hitam, Smurf Bendahara, Raja Smurf [Péyo]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s