Petualangan Tintin 7-18 [Hergé]





Hergé
Gramedia
Softcover, 2008
Comic
978-979-22-3584-5
Various Bookstores – IDR 35,000 to 45,000

Kali ini 12 sampul komik Tintin terpaksa aku gabung dalam satu postingan karena kesemuanya sudah kelar aku baca sejak beberapa bulan lalu. Borongan gitu deh :) Petualangan Tintin asyik diikuti karena aku bisa jalan-jalan keliling dunia tanpa harus beranjak dari tempat duduk. Tapi, kalau disuruh menceritakan isi buku-buku ini satu-per-satu, hmm… kayaknya aku sudah lupa sih beberapa isinya hehehe… Aku ceritakan yang paling ‘berkesan’ saja deh.

Cerita gerhana “Di Kuil Matahari” adalah salah satu yang paling aku ingat sejak dulu. Padahal hanya pernah baca sekali loh sekian belas tahun yang lalu. Cerita ini berkesan karena dulu aku pikir “Wow, Tintin beruntung banget!” Bahkan ketika menonton film Apocalypto-nya Mel Gibson, yang terpikir duluan adalah si Tintin! Powerful banget ya?

Kalau menyoal sampul, sudah tentu desain sampul Tintin hampir semuanya menarik perhatian karena paduan warna dan gambarnya bikin aku jadi kepingin buru-buru membaca isinya. Apalagi sekarang sampul Tintin dicetak diatas kertas glossy yang kinclong. Dari kedua belas gambar sampul diatas, “Rahasia Unicorn” adalah yang paling membosankan. Warna dasarnya sih bagus, tapi gambar dan tata letaknya menyisakan banyak ruang kosong. Tapi jangan salah, cerita di dalamnya termasuk salah satu dari sekian banyak petualangan Tintin yang aku jadikan pilihan favorit. Di cerita inilah kita jadi tahu tentang latar belakang Puri Moulinsart dan berkenalan dengan Nestor, bakal pelayan Kapten Haddock.

Yang paling seru sudah pasti “Harta Karun Rakham Merah” yang merupakan lanjutan dari “Rahasia Unicorn”. Petualangan Tintin yang biasanya di atas kereta api atau dalam kejar-kejaran mobil kini pindah ke atas kapal selam berbentuk ikan hiu ciptaan Profesor Lakmus. Pencarian harta karun Rakham Merah membuat persahabatan antara Lakmus dengan Tintin/Haddock menjadi bersemi. Apalagi, di penghujung cerita, Lakmus memutuskan untuk membeli Puri Moulinsart untuk rumah tinggalnya bersama Kapten Haddock. Waaaah, Profesor Lakmus romantis bangeeeeet!

Kalau belum terlalu yakin dengan otak super Profesor Lakmus, “Petualangan di Bulan” bisa jadi pemuas dahaga. Kapal selam hiu mungkin belum terlalu menakjubkan, tapi pasti semua kagum dengan roket ciptaan Lakmus disini. Belum lagi detail-detail cara kerja roket yang dijelaskan dengan kalimat maupun lewat gambar, pokoknya petualangan kali ini dijamin lain dari yang lain! Karena fokusnya ada di Lakmus, otomatis semuanya serba njeliment dan teknis. Hebatnya, kalau urusan serius Lakmus bisa juga nyambung dan tidak (terlalu) budeg. Baca juga “Perjalanan ke Bulan” yang super kocak. Profesor Lakmus yang linglung, ternyata bisa ngamuk tanpa ujung, tersinggung bukan kepalang kalau dipanggil ‘bandot’. Lihat saja, Kapten Haddock yang besar dan sangar dengan mudah diseret oleh Lakmus hehehe…

Oh iya, salah satu kekhasan petualangan Tintin yang lain adalah sakit jiwa. Dalam beberapa komik, dokter jiwa yang licik, rumah sakit jiwa terpencil dan panah beracun yang bisa bikin sinting selalu hadir untuk meramaikan (atau mengacaukan) suasana. Coba deh perhatikan ;)

One thought on “Petualangan Tintin 7-18 [Hergé]

  1. wow, aku suka banget sama komik Tintin
    dulu wktu masih SD dikasih pinjem sama sepupuku. tp sekarang komik2 itu ilang :(

    skrg di gramed lg berderet bgt cetakan baru Tintin, omoo kreen bgt tp sayang gk punya duit buat beli :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s