Kenakalan-kenakalan Baru Emil [Astrid Lindgren]


Penulis/Author: Astrid Lindgren
Penerbit/Publisher: Gramedia
Cetakan/Edition: Juni 2003
Kategori/Category: Novel Anak-anak
ISBN: 979-22-0310-9

Beli di/Purchased at: BukaBuku.Com
Harga/Price: Rp13,500

Pernahkah kau mendengar kisah Emil? Belum? Ah, masa! Di Lonneberga, tak seorang pun tak kenal dia. :roll:

Ada-ada saja kelakuan badung Emil. Dari pagi hingga malam tak henti-hentinya ia membuat kekacauan di Lonneberga, Swedia. Bahkan penduduk Lonneberga akhirnya memutuskan urunan mengumpulkan uang untuk mengirim Emil ke Amerika. Iya, Amerika! Sayang, ibu Emil tidak setuju dengan ide tersebut. Menurut ibu Emil, anak lelakinya adalah anak yang manis meskipun agak nakal. Semua kenakalan Emil selalu ditulis ibu di dalam sebuah buku biru. Inilah beberapa kisah dari buku biru itu. Mungkin kalian bisa ikut memutuskan apakah Emil benar-benar seorang anak nakal. Setelah membaca buku biru ini, aku berpikir judulnya berlebihan. Aku setuju dengan ibu Emil yang selalu berkeyakinan bahwa Emil adalah anak yang baik.

Banyak orang berkata betapa badungnya Emil. Padahal itu semata-mata karena Emil selalu tergesa-gesa dalam melakukan sesuatu, dan tidak seorang pun perduli untuk memberi saran padanya kecuali Alfred. Itulah mengapa Emil sayang benar pada Alfred. Menurutku Emil anak yang cerdik dan baik. Bahkan hukuman kurungan di Pondok Perabot setiap kali ia berbuat kenakalan tidak membuatnya susah hati. Di dalam sana ia terlalu sibuk untuk meraut patung kayu orang-orangan untuk menambah koleksinya.

Aku terharu ketika Emil mengadakan pesta natal dadakan untuk para tuna wisma. Hanya anak baik yang bisa melakukan hal itu bukan? Emil marah besar ketika mengetahui pengawas yang serakah telah memakan semua hidangan natal sumbangan ibunya untuk para tuna wisma. Bayangkan! Para kakek dan nenek renta itu hanya bisa duduk dalam kegelapan malam yang dingin dengan sedikit ikan hering asin untuk makan malam. Bayangkan pula jika kakek dan nenekmu yang berada dalam keadaan demikian. Betapa hancur hatimu, bukan? “Pesta Sikat Bersih” Emil tetap dikenang bahkan sampai Emil dewasa dan menjadi Bupati di Lonneberga. Bukan hanya karena Emil berpikir cepat untuk berbuat kebaikan tanpa ditunda-tunda, tetapi Emil juga berhasil memberi pelajaran berharga untuk pengawas serakah itu.

Penulis Astrid Lindgren adalah salah satu penulis favoritku sepanjang masa. Jika kamu pernah membaca petualangan Pippi Si Kaus Panjang (Pippi Longstocking), atau Seri Bullerbyn atau mungkin kisah Kalle Detektif Ulung, kamu pasti tahu mengapa aku berkata demikian. Semua buku karya beliau selain berisi hal-hal menarik dan menyenangkan, juga berisi hal-hal ironis yang menyentil nurani seperti kisah Emil dan para tuna wisma ini. Atau Pippi, misalnya, adalah anak yatim piatu yang ceria, mudah marah, sedikit slengean tapi baik hatinya. Tuh kan, tidak ada hal yang simpel di sana. Seri Emil telah terbit dalam beberapa judul antara lain “Emil dari Lonneberga” dan “Semua beres kalau ada Emil”.

10 thoughts on “Kenakalan-kenakalan Baru Emil [Astrid Lindgren]

  1. Kobo says:

    emil……

    aku suka dia……….

    gemes-gemes-gemes….
    cerdas banget lagi… aku tuh ngakak-ngakak waktu dia punya ide mendapatkan uang dengan membukakan pagar waktu ada acara di rumahnya itu, huehehehehehe

  2. halo kobo, iya emil itu lucuuuu banget! sangking kretif-nya kali yah makanya dibilang nakal.

    dia gak terima sama kelakuan pengawas rumah jompo aja udah buktiin kalo dia bisa bedain mana yang baik dan mana yang gak bener.

  3. iya aku juga punya tuh nat, belinya udah lama banget tahun 97an tapi aku lupa-lupa inget ceritanya gimana. mo buka lagi bukunya disimpen di peti! ceritain doooong… hehehe :)

  4. saking sukanya ama cerita2 si emil..anak kedua aku dikasih nama EMIR..sama badung & keriting nya nih..cuma rambutnya hitam & matanya juga hitam..kan orang Indonesia asli..he..he

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s