The Turk and My Mother / Si Turki dan Ibuku [Mary Helen Stefaniak]


Image Hosted by ImageShack.us

Penulis/Author: Mary Helen Stefaniak (2004)
Penerbit/Publisher: Gramedia
Cetakan/Edition: Februari 2006
Kategori/Category: Novel Dewasa
ISBN: 979-22-2000-3

Hidup sebagai imigran memang selalu dibayangi kisah masa lampau di tanah leluhur. Senikmat apapun hidup di tanah orang, tempat kita lahir dan dibesarkan itulah yang kita sebut rumah. Helen adalah generasi keempat imigran Kroasia yang menetap di Amerika. Sekitar awal 1900an, leluhurnya bermigrasi ke Amerika untuk mencari kehidupan yang lebih baik, lebih tenteram, mengindari situasi perang saudara. Helen dan ayahnya, Georgie, lahir dan besar di Amerika sehingga mereka tidak memiliki banyak kenangan tentang daerah asal mereka.

Georgie kerap mendengar cerita dari neneknya, Staramajka, tentang kisah lama di desa asal mereka, desa Novo Selo Kroasia, terutama tentang anak Staramajka yang bernama paman Marko, adik ayahnya, dan juga kisah “romantis” ibunya dengan seorang Turki. Cerita-cerita ini kemudian disampaikan Georgie menjelang akhir masa hidupnya, kepada Helen.

Gara-gara melihat reaksi ibunya yang dramatis setelah menonton Omar Shariff mengucapkan selamat tinggal kepada lawan mainnya dalam film “Dr Zhivago”, Georgie menjadi yakin tentang hubungan khusus antara ibunya dengan si Turki (yang ternyata orang Serbia) seperti yang dikisahkan oleh Staramajka ketika Georgie masih kecil.

Kisah diatas sebetulnya hanya pengantar saja. Intisarinya lebih kepada kerinduan Staramajka, sumber segala cerita yang kemudian diceritakan lagi turun temurun, akan kampung halaman. Staramajka pindah ke Amerika karena terpaksa. Josef, anaknya tertua, suami Agnes, telah terlebih dahulu ‘minggat’ ke Amerika. Ia mengirimkan uang untuk istri, anak dan ibunya agar menyusul. Staramajka tahu, Agnes pun kangen akan kampungnya. Makanya ketika ia bercerita pada cucu-cucu, ia sengaja menyinggung-nyinggung tentang si Turki karena Agnes pasti ikutan menguping melalui pipa ruang pemanas. Anak Staramajka yang seorang lagi, Marko, sudah lama pergi ke medan perang menggantikan kakaknya dan sejak itu tidak pernah terdengar kabar darinya. Staramajka ingin sekali tinggal di desa Novo Selo, di rumahnya yang berlantai kayu, dan menunggu anaknya pulang dari medan perang. Sayang, hingga akhir hayatnya, keinginan itu tidak kesampaian.

Aku termasuk orang yang sering mereka-reka ketika melihat foto-foto lama keluarga. Ingin rasanya melihat bagaimana kehidupan kakek-nenekku (lebih tepatnya para ompung dan oma/opa –red) dahulu kala, atau bahkan kehidupan leluhurku di Tuktuk Ambarita (suatu daerah di pulau Samosir-red). Bagaimana bentuk rumah mereka, bagaimana kehidupan sosial mereka setiap hari, dlsb.

Tony, teman Josef di penginapan, seorang laki-laki atau perempuan? Namanya lelaki, tetapi mengapa Mrs Simon memanggilnya dengan sebutan Mrs Currao? (hal.222) Lalu, Marko adalah adik Josef. Tetapi di dalam cerita ada bagian yang menyebutkan dia sebagai kakak Josef (lupa halaman berapa). Mana yang benar? Ah, merunut silsilah memang selalu membingungkan!

Membaca novel ini awalnya memang njelimet karena diceritakan turun-temurun, lalu kemudian diceritakan ulang. Alhasil, setting waktu dan lokasinya bolak-balik maju mundur. Nama-nama yang berseliweran sebenarnya tidak banyak, tetapi karena generasinya berbeda-beda, kita harus jeli membacanya kalau tidak mau pusing sendiri. Ceritanya ribet tapi hangat, seribet dan sehangat suasana di tengah keluarga. Dan menyimpan rahasia adalah bagian dari kehidupan keluarga. Kalau tidak sabar, pasti kepingin buru-buru loncat ke halaman berikutnya, sama seperti kepingin kabur menghindari celoteh nenek ketika beliau mulai berkata “Dulu, sewaktu nenek masih muda…”, yang kebetulan beliau katakan hampir setiap hari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s