Perempuan Kembang Jepun [Lan Fang]


 

Penulis/Author: Lan Fang (2006)
Penerbit/Publisher: Gramedia
Cetakan/Edition: Oktober 2006
Kategori/Category: Novel Dewasa
ISBN: 979-22-2404-1

Judul novel ini mengingatkanku pada novel karya Remy Silado “Kembang Jepun” dan sampul mukanya pada “Memoir of a Geisha” karya Arthur Golden. Ceritanya berkisar seputar cinta, kemiskinan, cemburu, rasa lapar, mimpi, kecantikan dan tentunya sejuta birahi.

Ini perkenalan pertamaku dengan Lan Fang dalam versi novel. Sebelumnya, aku hanya sempat melirik-lirik ocehan beliau di Milis Klub Sastra Bentang. Email-emailnya terkesan cuek tapi lantang, mirip dengan namanya ya? hehehe… Novel ini aku acungi jempol untuk keberanian Lan Fang memilih kata-kata, terkadang vulgar tapi tidak saru. Meskipun novel ini berkisah tak jauh-jauh dari seks dan uang, tidak terbersit rasa malu atau jorok ketika aku membacanya, tidak seperti ketika aku membaca beberapa novel lain yang membikin muka merah dan alis mengkerut.

Tahun 1942, Matsumi yang bekerja sebagai seniwati geisha dibawa ke Indonesia atas permintaan Shosho Kobayashi, seorang Jenderal Jepang. Matsumi harus berganti nama menjadi Tjoa Kim Hwa dan mengaku sebagai orang Cina agar lebih mudah diterima di tempat yang menampungnya. Alasan lain yang lebih politis, agar tidak ada yang tahu kalau Matsumi, seorang Jepang, tinggal dan bekerja di daerah pelacuran.

Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Nasib Matsumi berubah semenjak ia berkenalan dengan Sujono, buruh pemalas yang hobi bermimpi. Mimpinya selangit, kepingin menjadi pahlawan bangsa. Cinta Sujono pada Matsumi memang seperti pungguk merindukan bulan, tapi apa daya, ternyata bulan menyambut baik perasaan tersebut. Matsumi terpaksa berhenti bekerja sebagai geisha ketika ia mengandung anak Sujono. Tabungannya menipis untuk membiayai hidup mereka, sedangkan Sujono sudah lama mogok bekerja. Ketika Jepang kalah perang, keadaan Matsumi semakin tidak menentu. Ia memilih pulang dan meninggalkan Kaguya, anaknya, di Surabaya.

Seks dan uang memang bisa bikin orang berperilaku ajaib. Kecuali Kaguya alias Lastri, tokoh-tokoh di novel ini adalah budak seks dan uang, apapun alasan dan bentuknya. Cinta yang muncul dari nafsu adalah cinta yang menjerumuskan. Cinta Matsumi yang membuatnya menjadi miskin dan terpenjara. Cinta Sujono yang menganiaya.

Yang paling aku sukai dari novel ini adalah setiap tokohnya diberi ‘kesempatan’ untuk diekspos dalam bab-bab terpisah sehingga pembaca bisa mengetahui apa yang mereka rasakan atau pikirkan. Setiap awal bab ada urut-urutan melipat orisuru, seakan menandai betapa rumitnya perjalanan hidup tetapi ada sesuatu yang indah menanti di bagian akhir. Pertemuan Matsumi dengan Lastri agak klise karena efek kebetulannya besar sekali. Apalagi dikisahkan pertemuan itu terjadi di ‘Rumah Matsumi’. Terlepas dari itu, ada pesan kebangsaan, pencarian jati diri dan mencintai dengan sederhana yang patut kita maknai bersama-sama.

4 thoughts on “Perempuan Kembang Jepun [Lan Fang]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s