Totto-chan: Gadis Kecil di Jendela [Tetsuko Kuroyanagi]


Penulis/Author: Tetsuko Kuroyanagi (1981)
Penerbit/Publisher: Gramedia
Cetakan/Edition: Kesebelas, September 2006
Kategori/Category: Nonfiksi
ISBN: 979-22-0234-X

Beruntung sekali Totto-chan pernah bersekolah di Tomoe Gakuen. Sayang sekali, sekolah tersebut sudah hancur lebur di masa perang dunia kedua tahun 1945. Penulis buku ini, Tetsuko Koroyanagi (selebriti televisi terkenal di Jepang), semasa kecilnya akrab dipanggil Totto-chan. Melalui buku ini ia ingin membagikan masa kecilnya yang ceria semasa bersekolah di Tomoe. Buku ini adalah salah satu caranya untuk memberi penghargaan kepada kepala sekolahnya waktu itu, Bapak Kobayashi.

Ketika guru-guru lain menggangap Totto-chan nakal dan tidak bisa diatur lalu mengeluarkannya dari sekolah, hanya Bapak Kobayashi yang menggangap Totto-chan anak baik dan menerimanya untuk bersekolah di Tomoe. Totto-chan bukanlah anak yang nakal. Hanya saja, tidak banyak orang yang bisa menghargai anak kecil yang penuh semangat dengan rasa ingin tahu yang besar seperto Totto-chan.

Di Tomoe, ruang kelasnya adalah gerbong-gerbong kereta tua yang menyenangkan. Setiap anak bebas menentukan urutan pelajaran yang ingin mereka lakukan setiap hari. Tidak ada guru yang memaksakan atau menghukum ini itu. Semangat positif Tomoe berakar dari kepala sekolah Bapak Kobayashi yang baik hati dan mengerti betul perkembangan jiwa anak-anak. Ia selalu mendorong mereka untuk menjadi diri sendiri, menikmati kegiatan mereka dan tentunya belajar menjadi anak-anak yang sopan dan bertanggung jawab.

Contohnya saja, Totto-chan dibiarkan mengaduk-aduk dan menguras isi kolam penampung kotoran ketika ia sedang mencari dompetnya yang hilang terjatuh kedalam lubang kakus. Bukannya memarahi atau menyuruh berhenti, Bapak Kobayashi hanya berlalu dengan tenang ketika Totto-chan berjanji akan mengembalikan semua kotoran kembali kedalam lubangnya dan membersihkan kekacauan yang ia perbuat. Atau ketika Totto-chan meminjam uang 20 sen untuk membeli sepotong kayu yang bisa menentukan orang sakit atau tidak dari tukang obat keliling, Pak Kepala Sekolah dengan senang hati meminjamkan uangnya asalkan ia boleh juga mencoba menggigit kayu tersebut. Padahal tentunya Pak Kobayashi sudah mengetahui kalau tukang obat itu adalah gadungan. Ia tak sampai hati merusak keceriaan dan semangat Totto-chan. Lagipula, Totto-chan juga senang mengetahui kalau teman-teman dan kepala sekolahnya sehat setelah meggigit kayu tersebut.

Semua cerita Totto-chan lucu, polos dan kekanak-kanakan. Tidak semuanya riang gembira karena Totto-chan belajar pula tentang perasaan sedih dan kehilangan ketika anak-anak ayam peliharaannya mati, atau ketika sahabatnya meninggal dunia dan anjing kesayangannya “hilang”. Semuanya dipisah dan masing-masing diberi judul tersendiri.

Setiap anak adalah berharga dan masa kanak-kanak hanya berlangsung sekali seumur hidup. Sudah semestinya anak-anak jangan dijejali dengan sistem pendidikan rumit yang penuh tekanan sehingga mereka takut belajar dan mencoba. Untuk anak-anak maupun dewasa, buku ini memberikan contoh-contoh kepada para pembaca bahwa ada banyak cara untuk belajar dan bersenang-senang secara bersamaan. Mulainya tentu dari diri kita sendiri, apakah kita menikmati masa kecil kita? Kalau ya, biarkan generasi berikutnya juga turut merasakan kenikmatan itu. Bila tidak, berikan apa yang menjadi hak mereka supaya baik kita maupun mereka tidak menyimpan penyesalan di kemudian hari.

“…jika diberi pengaruh yang tepat oleh orang dewasa, (gadis cilik seperti Totto-chan) akan bisa menjadi pribadi yang pandai menyesuaikan diri dengan orang lain.” (hal 255, para 3)

12 thoughts on “Totto-chan: Gadis Kecil di Jendela [Tetsuko Kuroyanagi]

  1. Salah satu buku favorit saya, dari kelas tiga SD sampai sekarang, ngga bosen-bosen dibaca lagi. Paling sedih pas bagian Rocky meninggal….pernah sampai menangis tersedu-sedu.

  2. > Dhika
    Entah kenapa aku baru tau keberadaan buku ini setelah cetakan kesebelas! Itupun gak sengaja terlihat ketika sedang jalan-jalan ke PlaNgi :)

    > Indres
    Bagian Rocky “hilang” memang bikin shock berat hiks hiks… Tapi aku paling suka tentang pelajaran musik dan anak-anak boleh mencoret-coret lantai kayu dengan kapur tulis. Pasti asyik bangetttt….!

    > Kobo
    Ada nggak ya kepala sekolah di Indo dengan punya visi yang sama dengan Pak Kobayashi?

  3. this is one of my fave! nggak bosen” bacanya yah…dan berkhayal seandainya bisa ngerasain sekolah disitu…plus ceritanya cukup mengharukan juga…=)

  4. okti says:

    It’s a great and higly recommended book. Once I read, I directly recommend it to my friends, young mom. They all like it too. It’s very sad I just know coincidentally now after more than 20 years ago form my best friend, Reza. But, better late than never, isn’t it. It is used as one of a booming alternative education in Indonesia now, I suppose. :)

  5. vrap_t says:

    aq baru ngeliat buku ini di rumah temenku, baru aq baca monolognya langsung pengen menghabiskan isi bukunya, tapi sayang baru baca 3 halaman, aq harus pulang, mau pinjam bukunya ga boleh cause dia juga dapet minjem dari temennya dan (kebeneran) hrs dipulangin hari itu, aq cari di gramedia sini udah ga ada.. penasaran bangets.. pokoknya aq harus punya buku itu..

  6. samurai says:

    cerita yg luar biasa, membuat a tersadar bahwa dunia anak-anak adalah sesuatu yg sangat berharga dalam membentuk karakter pribadi seseorang dan sejak a slesai baca buku ini, rasa menghargai stiap perkataan w perbuatan anak-anak mnjadi bertambah. two thumbs up for totto! ingin rasanya kembali kemasa kanak-kanak yg menyenangkan, menemukan sesuatu yg baru dan belajar tanpa beban… faithfully-me, little samurai

  7. riku uzuki says:

    LUUUAAARSSS BIASA!!!!
    Lom da skul yang seasyik tomoe gaku>>>>
    buku ni udah 5tahun aku cari-cari sejak baca resensinya di buku sastra yang da di perpus skul Waktu SMP….
    ternyata gak sia-sia perjuangan ku yang udah mati2an nyari buku yang keberadaannya ntah dimana….
    <<<Kata pertama yang menghujani buku ni…Sugoi!!!suteki da ne!!!
    ,semoga kelak aku akan mendapat tempat yang sehangat tomoe…
    lalu,lalu… aku sempat nangis(sangking terpukulnya dengan kematian dua sahabatnya)…demo,aku tetap bertahan membacanya mpe akhir…Yokatta desu,akhirnya semua anak2 tomoe gaku syuksyes jadi makhluk yang berguna bagi nusa dan bangsa….BANZAI!!!!!!!!!!!

  8. pace-chan says:

    q baru ja selesai baca buku ini,
    habis baca buku ini aq merasa menjalani masa kecil q bersama totto-chan, aq pun jadi orang yang lebih peduli dari pada sebelumnya. Kisah paling sedih tentu saja saat kedua kawan totto-chan meninggal. Aq mpe mau nangis karena aq betul-betul merasakan apa yang dirasakan oleh totto-chan. Kisah waktu Tomoe terbakar juga membuat aq juga mau nangis. Trus kisah yang aq paling suka ketika kepala sekolah membiarkan anak didiknya berkembang sesuai bakatnya. Seakan-akan aq juga merasakan bagaimana indahnya masa kecil totto-chan karena masa kecil q tidak seindah apa yang totto-chan alami.

  9. my fave book,..bahkan stelah beberapa kali hilang,..tetep nyisihin budged buat beli lagi..coz the story forever will stay inside my mind….
    haru banged pas mereka harus pda nyelametin jiwa N keluarga masing2…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s