Lumbini [Kris Budiman]


Penulis/Author: Kris Budiman (2006)
Penerbit/Publisher: Jalasutra
Cetakan/Edition: I, Agustus 2006
Kategori/Category: Fiksi

ISBN: 979-3684-58-5

Bersampul putih yang ditempeli secarik kain oranye yang dijahit tepat ditengah, membuat penampilan novel tipis ini terkesan sederhana tapi juga misterius. Kata atau nama “Lumbini” sendiri tidak berarti banyak untukku saat itu, tapi ada sesuatu yang mengundang dari penampilan novel ini secara keseluruhan. Agak aneh memang.

Novel “Lumbini” berkisah tentang perjalanan liburan Ratna ke Kathmandu, Nepal, dimana ia bertemu dengan Niko seorang rekan setanah air yang sedang melakukan riset dan dokumentasi World Heritage Sites bersama universitas lokal. Perjalanan Ratna yang mulanya sekadar liburan dari rutinitasnya sebagai businesswoman menjadi lebih ‘berisi’ sejak pertemuannya dengan Niko. Puncaknya adalah ketika Niko mengajak Ratna ke kompleks Lumbini, tempat suci umat Buddha, tempat kelahiran Buddha Gautama. Disana Ratna mengalami ‘perjalanan spiritual’ bertemu dengan seorang biksu gaib yang menunjukan siapa Ratna di masa lampau. Niko sendiri tidak mengalami atau melihat apa-apa saat itu. Liburan spontanitas ini rupanya merupakan bagian takdir yang harus dialami Ratna, begitu pula dengan pertemuannya dengan Niko. Padahal di tanah air, keduanya ternyata berkuliah di tempat yang sama, di UGM, walaupun berbeda jurusan.

Sarat dengan istilah-istilah kuno Sansekerta dan Pali yang dipakai umat Buddha dan juga pemahaman akan yoga dan simbol-simbol pahatan di candi-candi Lumbini, novel ini rasanya lebih banyak menyimpan makna tersirat daripada tersurat. Kisah tentang Ratna dan Niko sebagai pengantar memang terasa datar, meskipun pada akhirnya aku jadi berpikir apakah Niko adalah titisan biksu gaib itu?  Novel ini kubaca jauh hari sebelum tahun baru tiba, namun hingga sekarang aku masih ragu untuk menuliskan sinopsisnya. Keraguan itu lebih disebabkan karena aku seperti telah melewatkan sesuatu disana, padahal novel tipis ini sudah aku baca dua kali. Hm… Apa ya?

Ingin tahu tentang situs Lumbini di Nepal? Silakan berkunjung ke http://en.wikipedia.org/wiki/Lumbini. Bagi teman-teman yang sudah membaca novel ini, please share some thoughts. Siapa tahu aku bisa mendapat pencerahan atas ketidakmengertian ini. Trims ya!

8 thoughts on “Lumbini [Kris Budiman]

  1. j says:

    Wah terkadang menyesal tidak bisa beli buku bahasa indonesia.. tapi lumayan terhibur baca review ini dan review lainnya

  2. Hermanus Barus says:

    ” Lumbini ” sebuah novel tipis namun kaya makna dan tanda.beragam persoalan yang diangkat dalam novel itu.karena itu ,karya ini bisa dikaji dengan berbagai pendekatan/teori.bagi anak sastra sangat menarik kalau novel ini dianalisis atau digarap secara serius.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s