Kana di Negeri Kiwi [Rosemary Kesauly]


Penulis/Author: Rosemary Kesauly (2005)
Penerbit/Publisher: Gramedia
Cetakan/Edition: Keempat, April 2006
Kategori/Category: Fiksi Teenlit

ISBN: 979-22-1271-X

Kali yang ini, sembari aku menunggu jadwal psikotes siang di sebuah hotel bilangan Mampang Prapatan, aku sempatkan membunuh waktu di Mal Ambassador Kuningan. Waaah, padat sekali! Hiruk pikuk manusia yang berjejal membuatku enggan berlama-lama menyusuri lorong-lorong mal tersebut. Untungnya, ada sebuah toko buku yang bisa aku kunjungi. Sayang beribu sayang, novel-novel asli tanah air yang tersedia kebanyakan (lagi-lagi) bertema chicklit. “Kana di Negeri Kiwi” ini dan novel (bukan chicklit) “Lumbini” akhirnya kupilih karena judulnya bagus.

Buku bertema ABG yang ditulis dengan gaya bahasa seperti terjemahan ini berkisah tentang Kana, remaja blasteran Yogya-Selandia Baru. Kana ‘diserahkan’ ibunya untuk tinggal bersama ayah bulenya di Auckland sementara sang bunda membangun kehidupan baru dengan orang lain. Terbayang betapa sulitnya kan? Apalagi selama lima belas tahun terakhir ini, Kana belum sekalipun bertemu dengan ayah kandungnya itu.

Masa remaja adalah masa-masa sulit bagi hampir semua orang. Segala sesuatu terasa membingungkan dan emosi kita pun lebih labil dan sensitif. Di balik keceriaan Kana, seperti remaja yang lain ia melewati masa-masa transisi bergumul mencari jati diri bersamaan dengan usahanya mengobati luka hati karena ‘dibuang’ ibunya dan ‘dipisahkan’ dari Rudy, mantan pacarnya di Yogya. Belum lagi, Jyotika, gadis manis keturunan India yang menjadi teman baiknya akhir-akhir ini ikut pula bersikap aneh dan memusuhi.

Tidak jarang kita melihat kehidupan hanya dari satu sisi, yaitu sisi kita sendiri. Selalu ada saja yang tidak kita sukai dari diri kita. Seperti kata sebuah pepatah lama “the grass is always greener on the other side of the fence“. Kana pun demikian. Ia merasa iba dengan keadaannya yang menyedihkan. Ia gendut, tidak berbakat dan tidak disukai teman-temannya. Belum lagi kenyataan bahwa ibunya tidak lagi menginginkan dia dan Rudy memutuskan hubungan asmara mereka. Sedihnya…

Ketika Kana hampir kehilangan Jyotika, barulah Kana sadar betapa ia sangat beruntung tetapi selalu memilih untuk bersikap bodoh dengan mengasihani diri sendiri. Jyotika yang cantik, pintar dan berbakat ternyata hidup dalam kekerasan dan pelecehan dari ayah tirinya. Ketika Kana sibuk berkeluh kesah tentang ukuran tubuhnya, Jyotika malah tidak memiliki kebebasan atas tubuhnya sendiri!

Tumbuh dari rasa setia kawannya, Kana bangkit dari sisi pesimisnya dan mengubah total pola pikirnya yang menyedihkan. Kepercayaan diri positif yang terpancar dari diri Kana menjadi kekuatan bagi Jyotika untuk berdiri lagi. Kana pun mulai kreatif dalam berpikir dan bertindak.

Sexual abuse di kalangan remaja bukan lagi hal baru di kehidupan sosial kita, hanya saja di Indonesia kasus-kasus seperti ini lebih banyak disimpan rapat-rapat karena melindungi orang-orang yang menjadi korban. Kasus kehamilan remaja di New Zealand sendiri termasuk mengkhawatirkan sehingga pemerintah New Zealand lumayan gencar dalam mengampayekan support untuk para muda belia ini.

Novel ini secara positif menyuarakan pesan moral dan semangat yang baik bagi para pembaca muda untuk bersikap cerdas dan tegar jika menghadapi kejadian serupa. Wajar saja bila novel ini menjadi Juara 1 Lomba Teenlit Writing 2005. Bytheway, seingatku sih, tidak ada toko buku Dymocks di Atrium on Elliot (hal. 157-158). Apakah mungkin maksudnya Gedung Metro Skycity yang ada toko buku Borders yah?

12 thoughts on “Kana di Negeri Kiwi [Rosemary Kesauly]

  1. aku dah pernah juga dapat rekomendasi buku satu ini. Hm? bagus yah memang?

    rey, ntar tgl 14 aku dah balik ke jakarta lagi, tgl 16 sih rencana balik ke medan, hm, kira2 sempat ketemuan gak yah?

  2. Ally bacanya pas di rumah sepupu…jadi penasaran ma new zealand…dan akhirnya nanya om wiki trus nulis di blog…

    Ceritanya lumayan…tapi masih blom fokus gitu deh…..

    @kobo
    Pinjam aja deh…hehehehehe….

  3. >Kobo
    ceritanya lumayan Bo, topiknya bagus. cuman aku bacanya kok seperti baca buku terjemahan ya?? ga kaya buku yang ditulis langsung pake bahasa indo gitu, rada kaku :) btw aku dah di Auckland lagi… sayang bgt kita ga sempet bersua hiks hiks

    >Ally
    jadi kapan ke Auckland nih, aku temenin deh untuk buktiin tempat-tempat yang disebut2 Kana ada beneran gak sih?? hehehe…

  4. kana di negeri kiwi keren sich ceritanya tapi kok kayak novel terjemahan
    q qra tu novel dari luar negeri pa lagi kan bahasanya kelihatannya berat bgt bwat aku jadinya ya getoo dech
    agak nggak tertarik untuk menyelesaikannya…

    Mmmm munQn itu cuma pendapatku dwang nggak dech yang laennya
    tapi kata temen – temnku yang udah baca katanya BWAGUSH kok…

    Semangat !!!!

  5. Rosemary Kesauly, Your name just came across my mind. I wonder, where are you now Ros? You just disappeared, moved ‘kost’, changed your number and deleted your fs account… hope all is well..

  6. diana pertiwi says:

    ceritanya the best deh…………. tapi lbh bagus lagi kalo kana jadian ama si tsunehesa
    sukses ya…………..:)

  7. vyra says:

    duduh ..
    ceritanya bagus bgt lho .
    akooh udaah baca ceritanya ..
    mungkin 2thn yg lalu …
    tapii masii inget bgt ceritanya gimanah .

    heheh…

    kpn niih novel barunya terbitkan ..

    hhehe..

    suksesss yaa ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s