Somebody [Anita Anderson]


Penulis/Author: Anita Anderson (2001)
Penerbit/Publisher: HarperCollins
Cetakan/Edition: 7th, 2002
Kategori/Category: Fiction

ISBN: 0-00-772451-9

Siapa sih yang nggak kepingin “jadi orang”? Memangnya sekarang bukan orang ya? Hehehe… Maksudnya tentu sukses, banyak uang dan punya karir yang bisa dibanggakan. Tokoh utama novel ini pun berkeinginan untuk “jadi orang” dengan jati diri yang jelas. Selama ini Caron bahu-membahu dengan kekasihnya membangun perusahaan mereka hingga sukses. Gaji dan keuntungan selalu diputar kembali untuk investasi bisnis. Betapa sakit hati Caron ketika mengetahui ternyata Bas adalah pria beristri dan sekarang istrinya sedang mengandung anak ke-4. (Waduh…)

Semua orang selalu dihadapkan pada pilihan-pilihan dalam hidup, dan terkadang selain finansial dan gaya hidup ada jati diri dan harga diri yang juga harus dipertimbangkan. Daripada hidup terus-terusan sebagai bayangan, Caron memutuskan untuk pergi meninggalkan kesuksesan dan kemewahan hidup di Manahattan untuk memulai hidup baru di London. Dengan baju yang melekat di badan dan beberapa barang lain yang ia culik dari apartemen mereka termasuk lukisan Picasso kesayangan mantan kekasihnya, Caron terbang ke London dengan diam-diam.

Meskipun terdengar cliché, memulai hidup dari nol tanpa memiliki akses untuk fasilitas-fasilitas yang sebelumnya dengan mudah didapatkan bukanlah hal mudah. Untuk yang ini aku tahu benar rasanya! Pengalamannya membangun perusahaan tidak bisa dipakai, karena mantan pacarnya pasti menolak untuk memberikan referensi yang positif. Bekerja sebagai staff pemula di sebuah departemen store di London ternyata tidak membuat Caron tersingkir selamanya dari peta bisnis. Dengan modal optimisme, Caron survive melewati jalan berliku dan menjadi seseorang dengan jati diri yang jelas. Bukan bayangan, bukan simpanan.

Novel ini menghibur dengan jalan ceritanya yang kocak dan heboh. Caron dengan teman-teman serumahnya yang unik, Caron dengan pacar barunya yang ganteng tapi pemalu, Caron dengan mantan pacarnya yang gigih bukan kepalang untuk mengambil hati, dan juga suasana kerja “harmonis” di departemen store.

Meskipun cerita dan judulnya nggak terlalu matching, novel ini ber-tempo cepat dan menyenangkan untuk dibaca. Tipikal chicklit dengan gaya bertutur yang ringan dan lincah. Tentu jangan bandingkan dengan karya-karya sastra Pulitzer atau Booker Prize karena style-nya berbeda.

Bacaan yang bisa masuk kategori favorit itu harus meninggalkan kesan (bagus) buat pembacanya bukan? Membaca novel ini saat aku sendiri sedang dalam masa-masa transisi layaknya Caron seperti berkaca dalam cermin. Bedanya: Caron cantik, pirang dan berbakat! Mudah-mudahan sih kesuksesan Caron melewati masa sulitnya akan menular padaku, hihihi… (Amin!)

5 thoughts on “Somebody [Anita Anderson]

  1. hm, kayaknya tipikal novel chicklit yah rey? kadang baca buku model ini perlu mood yang pas. Abis kalo lagi gak pas mood nya, sering malah bete ama cerita yang full of cliche gitu, wekekekeke

    tapi kalo lagi males, bosen, dan capek baca buku-buku ‘berat’, sebagai selingan, aku suka juga baca yang ringan-ringan menghibur kayak gini ^.^

  2. > Kobo
    gaya bahasanya chicklit Bo, riang banget. kalo kamu suka Cintapuccino-nya Icha Rachmanti, dijamin kamu juga suka ini :)

    > Ifa
    bacanya ditunda-tunda aja mbak, sehari 3 bab biar lama kelarnya :) seperti kata Kobo, mood-nya kudu pas dulu. berkesan kok ceritanya. aku juga ‘nemu’ novel ini krn kebetulan. mau titip dari sini kah, buat barter sama masakannya mbak Ifa gitu? hehehe

    > Astrid
    buku ini lumayan kok ‘Strid. mungkin karna inti cerita “kena” jadi minus-minusnya yg bikin kita mikir “hmmm kok agak ga nyambung?” bisa dgn mudah dilupakan hihihi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s