Wuthering Heights [Emily Bronte]


 

Penulis/Author: Emily Bronte, 1847
Penerbit/Publisher: Penguin
Cetakan/Edition: 14, 2003

Kategori/Category: Fiction
ISBN: 0-14-143955-6

Lega rasanya sehabis membaca buku ini, hmmmh (tarik napas dalam-dalam)… benar-benar perjuangan! Alur ceritanya penuh cobaan bukan hanya untuk para tokoh di dalamnya tetapi juga untuk para pembaca. Lima menit yang lalu aku bahkan sempat terlonjak kaget karena telepon berdering ketika aku sedang membaca bagian cerita yang bikin kulit merinding. Edan! “Wuthering Heights” bisa dibilang bacaan yang temperamental dan garang, suasananya abu-abu cenderung gelap kalau harus dilukiskan dengan warna, pas sekali dengan sampul luar* yang dipakai edisi Penguin Classic yang aku punya. Melihat gambarnya saja sudah bikin merinding. Hiiy…

Sama seperti “Jane Eyre” oleh Charlotte Bronte, karya Emily Bronte ini pun aku baca lewat e-book karena ketebalan buku dan kalimat-kalimat di dalamnya sempat membuat aku malas untuk melanjutkan bacaanku. Untuk bacaan seperti ini rasanya lebih nyaman membaca lewat e-book yang satu bab ceritanya terpampang dalam satu halaman saja.

Family saga dalam “Wuthering Heights” hanya melibatkan klan Earnshaw dan Linton. Pusat cerita (dan semua kekacauan) adalah Heathcliff, anak angkat mendiang Tuan Earnshaw. Perhatian dan kepercayaan lebih yang diberikan Tuan Earnshaw kepada Heathcliff membuat Hindley dan Catherine, anak-anak kandung Earnshaw, membenci Heathcliff luar dalam. Sebisa mungkin mereka melakukan hal-hal jahat terhadap Heathcliff yang lebih banyak bersikap pasif. Ketika Hindley melanjutkan sekolah jauh dari rumah, hubungan Catherine dan Heathcliff justru menjadi akrab. Dua-duanya memiliki persamaan dalam naluri berpetualang dan kebebasan berekspresi, dalam waktu singkat keduanya memiliki ikatan yang sangat kuat. Ikatan inilah yang di kemudian hari menjadi duri bagi semua orang yang berhubungan dengan Heathcliff maupun Catherine.

Cercaan dan kekejaman Hidley, ditambah kesediaan Catherine untuk menikahi Edgar Linton yang sederajat dalam hal harta dan status membuat Heathcliff gelap mata. Sejak saat itu tujuan hidupnya hanya satu, yaitu membalas dendam dan membuat keluarga Earnshaw, keluarga Linton dan keturunan mereka hidup dalam neraka.

Cela tokoh-tokohnya tidak ada yang ditutupi. Pelayan yang bermuka dua, Catherine yang moody, Hethcliff yang liar dan kejam, Hindley yang angkuh dan masih banyak lagi. Dengki, pengkhianatan, kekejaman dan caci maki dipakai sebagai alat balas dendam atas nama derajat, harga diri dan cinta. Ada perbedaan status, ada pula kemunafikan antara agama dan praktek. Benang merahnya hanya satu, cinta yang tidak kesampaian antara Catherine dan Heathcliff, antara Heathcliff dan Catherine. It is a dark and threatening romance, if one can actually find the trace of romance after being bombarded with non-stop hatred and oppression.

Kekecewaan dan hawa kebencian yang berlanjut dari awal hingga akhir buku sungguh melelahkan. Lebih dari kesal dan capai aku menunggu perubahan suasana yang tak kunjung tiba, meski tetap berat rasanya kalau harus meninggalkan bacaan yang terkadang bikin bulu kuduk berdiri ini.

Buku ini terasa kasar dalam artian cerita dan cara bertuturnya tidak dipoles, tidak berbunga-bunga. Beberapa paragraf ada yang ditulis sangat panjang dan berupa kalimat langsung. Saudari Bronte yang ini rupanya bukan orang yang suka berbasa-basi dan tidak tanggung-tanggung untuk menunjukan sisi buruk manusia dan kehidupan yang tragis.  

Pada mulanya, novel ini diterbitkan memakai nama alias Emily dan terbagi dalam 3 volume. Volume I & II ditulis oleh Ellis Bell (alias Emily Bronte) dengan judul “Wuthering Heights” sedangkan Volume III ditulis oleh Acton Bell (alias Anne Bronte) dengan judul “Agnes Grey”. Volume III tidak disisipkan dalam edisi Penguin Classic. Dalam edisi e-book, pemisahan volume ini ditiadakan sama sekali. Silakan klik disini untuk membaca “Wuthering Heights” lewat e-book.

*Lukisan ”Detail from the Gust of Wind” oleh Jean-Baptiste Camille Carot, terletak di Pushkin Museum, Moscow.

7 thoughts on “Wuthering Heights [Emily Bronte]

  1. wah dahsyat, rey baca buku salah satu dari Bronte sisters :) aku udah punya lama, tapi belum dibaca. cuma pernah baca buku sodaranya yang judulnya Jane Eyre

  2. >kobo
    standar deh huehehe :p

    >mina
    aku beli juga dah lama & tiap kali liat tebel sama hurup kecil2 jadi males akhirnya tandem sama e-book deh bacanya ;) “jane eyre” sopan dan romantis, “wuthering heights” garang dan muram. sama bagusnya :) skrg tinggal cari Bronte yg paling bungsu deh!

  3. gw pernah nonton filmnya sih, belum sempet baca bukunya .. tapi sukses bikin terharu biru.. :) ko bisa ya ada cerita se bagus ini… huebattt tenan !!!!!!

  4. florens says:

    i like it so much. although it made me feel tired, bcoz it’s too horrible and full with evil. but it’s ok. succes for you.

  5. anesia ribka says:

    misi,, sy tertarik bgt dgn jane eyre plus wuthering heights,, ada yg bs kasik link bt e-book na ga?? klo bs yg versi bhs indonesia,, soalnya males ribet baca pke buka2 kamus,,

    matur nuwun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s