Tell Me Your Dreams [Sidney Sheldon]


Penulis/Author: Sidney Sheldon (1998)

Penerbit/Publisher:Grafton

Cetakan/Edition: 12th, 1999

Kategori/Category: Fiction

ISBN: 0-00-772455-1

Wah, Sidney Sheldon lagi?! Habisnya karena kepingin buru-buru menghabiskan jatah bacaan supaya bisa beli buku baru, aku jadi cenderung mendahulukan buku-buku sastra pop macam begini. Ceritanya menarik, plotnya menantang, alurnya cepat, tuntasnya pun tidak memakan waktu lama :). Kali ini tema yang diangkat Sheldon adalah tentang MPD atau Multiple Personalities Disorder. Dulu, sewaktu aku masih rajin pakai seragam putih abu-abu, sempat ada satu buku dengan tema sama yang booming, judulnya "Sybil" karangan Flora Rheta Schreiber. Kapan-kapan kalau sempat, cari deh ke toko buku.

Ashley Patterson adalah seorang gadis muda akhir dua puluhan, menarik dan cerdas. Sehari-harinya ia bekerja pada Global Computer Graphics. Ayahnya seorang dokter bedah ternama dan kadang-kadang ketenaran beliau membuat Ashley merasa tidak bebas. Akhir-akhir ini Ashley merasa ia sedang dibuntuti seseorang, entah siapa. Ketika ia pulang kerja seseorang telah menyalakan semua lampu di apartemennya. Ketika ia mandi seseorang mengacak-acak tumpukan pakaian dalamnya. Ditambah lagi seseorang telah memasukkan gambar dirinya kedalam animasi layar komputer dengan sebuah belati yang siap dihujamkan!

Toni Prescott lahir di London, usianya 8 tahun lebih muda dari Ashley. Toni adalah penikmat kehidupan to its fullest, berbakat musik, bersuara merdu dan menyukai olahraga. Tidak seperti Ashley yang menurutnya membosankan, Toni menyukai suasana klab malam yang bingar dan ia pandai berdansa. Logat British-nya kental sekali membuatnya terdengar lebih sexy. Terkadang ketika sedang menyanyi, ia teringat akan ejekan ibunya yang selalu mengatakan betapa buruk suaranya, betapa tidak berbakatnya dia. Sama seperti Ashley, Toni pun bekerja untuk Global Computer Graphics.

Lahir dan besar di Roma, membuat Alette Peters secara natural menyukai seni. Ia senang mengunjungi museum-museum dan menikmati karya-karya seni dengan jiwanya. Kegemarannya melukis selalu membuat orang berdecak kagum. Alette bukan orang yang agresif. Ia lebih suka bersembunyi dan merendah setiap saat. Bertolak belakang dengan Toni, sahabatnya, Alette adalah seorang yang pemalu. Ia banyak berlindung pada Toni yang aktif dan pemberani. Alette berusia beberapa tahun lebih muda dari Toni.

Lima kasus pembunuhan terjadi dengan pola yang serupa. Korban habis melakukan hubungan intim dan alat vitalnya terpotong. Benar-benar sadis. Ashley Patterson satu-satunya tertuduh karena semua bukti dengan kuat merujuk kepadanya. Terlihat jelas bukan sifat Ashley untuk berlaku agresif dan sadistis seperti itu, tapi terserah sidang bagaimana menilainya. Dr Patterson, ayah Ashley, meminta pengacara David Singer untuk membela kasus ini. David pernah berhutang budi pada sang dokter, inilah saat yang diminta sang dokter untuk membalas jasa tersebut.

Terbagi dalam 3 bagian, bagian pertama buku ini menceritakan tentang keseharian Ashley hingga ia tertangkap dengan tuduhan pembunuhan tingkat pertama, bagian kedua merupakan jalannya persidangan yang lumayan alot dan bikin pembaca kepingin marah-marah terutama kepada hakim yang tidak adil, lalu bagian ketiga adalah masa-masa rehabilitasi dan juga latar belakang kasus Ashley.

Meskipun sulit diterima akal sehat tetapi kasus MPD bukan lagi barang baru dalam dunia medis. Menurut Sheldon, sebanyak-banyaknya dokter yang mengakui keberadaan MPD, masih banyak pula dokter-dokter yang tidak mengakui hal tersebut.  Kalau dipikir-pikir, hampir semua orang rasanya mempunyai lebih dari satu sisi kepribadian yang di-adjust sesuai dengan situasi dimana dia berada. Tapi apakah sisi lain tersebut akan 'tumbuh' menjadi sebuah pribadi baru yang lebih kuat dari aslinya atau tidak, tergantung seberapa besar 'tekanan' yang ia terima. Menurut Sheldon lagi, berdasarkan penelitian, kebanyakan kasus MPD berlatar belakang trauma masa kecil dimana si penderita berusaha membentengi dirinya dari pengalaman-pengalaman buruk lalu memunculkan pribadi-pribadi lain sebagai pelindung.

Buku ini ditulis fiksi berdasarkan kasus nyata. Selain temanya menarik, ceritanya juga menyentuh. Menurutmu, apakah kamu mempunyai lebih satu kepribadian?

20 thoughts on “Tell Me Your Dreams [Sidney Sheldon]

  1. Ally says:

    ^_^ MDP, sampai sekarang aku tetap bingung ma kasus yang satu ini. Walau dunia dah membuktikan kalau sindrom ini ada tapi tetap aja blom bisa masuk ke kepalaku. Segitu traumanya kah seseorang sampai-sampai muncul kepribadian lain…

    Btw, ijin ngelink yah…

  2. halo Ally :) silakan link. aku link balik yah. klo aku trauma lebih ke phobia, bawaan jadi parno sama hal-hal yg ngingetin ke suasana traumatis ituh (laaah kok curhat rey?) hehehe…

  3. btw, kalo mw nge-link harus minta ijin yah? hehe. gw maen link aja. ga pake ijin-ijinan. maafkan dirikuuu. ya udah, minta ijinnya sekarang aja deh.
    izin nge-link yaaa… :)

  4. hehehe… ayo ayo bongkar lemari ortu kamu, byk harta karun berupa buku! gpp nat, aku jg dah link kamu kok. bukannya hrs tp kan ada org yg ga suka di-link. klo aku sih bebas aja kok ;)

  5. kalau kau suka tema kejiwaan, khususnya MPD spt sybill gitu, kau bisa juga coba baca “24 Wajah Billy” (edisi Inggrisnya judulnya apa ya?). Spt Sybill juga, Billy ini true story.

  6. mmuuaacchh… :)
    rey, gw hobi baca, tp ga ada waktunya lagi, skr pulang kerja lg rajin bikin cross stitch…
    pdhl, buku gw lebih dr 10 yg blom dibaca. biasanya, abis bli, sampul, trus oper temen deh…
    pengen koleksi sydney tp kl udah koleksi kpn bacanya ya… :-)
    & lagi, koleksi syd males, sebel krn pernah ada yg pinjem tp ga balik, orgnya ga tau kmana, ilang kali di negeri antah barantah. hehehe…
    (curhat asli neh…) hehehe

  7. Setuju…
    Sidney Sheldon memang enak dibaca, ringan, tapi seru ^.^
    Sayang aku gak punya satu juga bukunya T_T
    Dulu kan modal minjem, hehehe,
    Eh, punya tuh sebiji, yang tentang pemain piano, apa yah judulnya, lupa deh. Itu juga hilang, dipinjem teman dan tak kembali T_T

  8. >perca
    ntar deh jadwal shopping berikutnya aku coba cari. aku sempet mikir klo mereka buku yg sama loh: sybill & billy. trus inget klo waktu penerbitannya beda beberapa tahun gitu deh :p klo yg sybill, kamu dan baca Ndah?

    >astrid
    heyyy thanks Astrid, wah aku jadi tersipu-sipu malu :) salam kenal juga yah.

    >gi$t
    gimana kalo koleksi dulu, bacanya kalo sempet. rajin amat bikin cross-stitch! jadi inget tugas sd dulu :p hehehe… iya aku jg sebal kalo ada yg minjem buku tp ‘lupa’ balikin. belinya pake perjuangan dari satu toko ke toko yg lain plus kaga jajan eh… kaga balik! :(

    >kobo
    serba salah sih Bo, buku populer gini kan yang doyan banyak. yg gak suka baca tetep semangat kalo baca Sheldon. dikoleksi bny yg pinjem (plus resiko ga balik), ga koleksi kok brasa gak afdol gitu perpus pribadinya hehehe… -> pengalaman pribadi :)

    >boy
    buat koleksi sih beli aja Boy. tp kalo ngarepin cerita saga kaya “Master of the Game” kesukaanmu itu, hmmm… takutnya kamu kecewa ;)

  9. Bener tuh Rey.
    Makanya, sekarang ini aku punya taktik, kalau ngeletakin buku itu, biasanya buku yang berat-berat dan bikin puyeng tujuh keliling itu diletakin di bagian depan, dan buku yang ringan, nge-pop dan banyak penggemarnya diletakin di bagian belakang.
    Jadi kalau ada pengunjung (baca : saudara dan teman-teman) yang ngeliat lemari bukuku, gak minat buat minjem, dikirain mereka bukuku jenis berat-berat semua (hanya saja taktik ini gak berlaku bagi sesama kutu buku, hihihihi, cuma kan biasanya kalau kutu buku dia juga punya banyak buku, jadi gak minjem , hi hi hi)

  10. dina says:

    i believe in MPD. terlibat bersama seseorang yang MPD, bikin frustasi, mencoba mencari solusi dari novel ini dan sybil, ternyata perlu long trerapy untuk bikin sembuh dan, give up deh, gak kuat untuk terus terlibat, benar benar rumit. By the way ini novel sydney yang terbagus.

  11. dina says:

    i believe in MPD. terlibat bersama seseorang yang MPD, bikin frustasi, mencoba mencari solusi dari novel ini dan sybil, ternyata perlu long trerapy untuk bikin sembuh dan, give up deh, gak kuat untuk terus terlibat, benar benar rumit. By the way ini novel sydney yang terbagus. tapi bukannya gina beli buku ini sama sama aku sekitar taon 99 an? 7 tahun yang lalu ibu masa baca lagi?

  12. hehehe… yang versi tujuh taun lalu ada di jakarta, ini versi diskon dalam bahasa inggris. tapi serunya tetep sama kok din, yang terjemahin buku2 di Indo kerjanya betul2 bagus!

  13. Kyuz says:

    woowwww, keren abisss ceritanya. Aku senang dan bangga bisa baca buku berbobot ini. Aku masih bingung sebenarnya MPD itu benar-benar ada Ga ya? Coba kamu tonton juga filmnya Dian Sastro, Dinna Olivia Dan Marsella Zalianty Yang judulnya BELAHAN JIWA…., Ceritanya Sebagian niruin Cerita Novel ini. So Film ini Bgs Dan enak di tonton. Gara2 aku baca buku ini aku lolos tes interview lohhhh!!!!……………..

    Kalau ada buku baru dari Sidney Sheldon Jgn Lupa Kabari Aku Yach!!! Alamat email ku http://www.Kyuz@yahoo.co.id

  14. Nicky says:

    Bener2 keren, cuma bukunya ilang, jadi aku rada lupa dengan cara cara persidangannya, padahal aku perlu banget!

  15. dessy says:

    hai,salam kenal ya. mau tanya nih, masih ada tell me your dreams (english version) nya? gw butuh nih buat bahan tugas akhir. ditunggu info nya ya……..

    thanks b4.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s