The Namesake [Jhumpa Lahiri]


Penulis/Author: Jhumpa Lahiri (2003)
Penerbit/Publisher: Flamingo
Cetakan/Edition: 5th, overseas edition, paperback
Kategori/Category: Contemporary fiction
ISBN: 0-00-717303-2

Besar di Calcutta, menikah karena perjodohan dan pindah ke Amerika karena mengejar pendidikan dan impian, Ashima dan Ashoke Ganguli, sebisa mungkin berusaha untuk tidak kehilangan tradisi dan jati diri Bengali mereka. Bahkan hingga maut memisahkan mereka tidak sekalipun Ashima pernah menyebut nama suaminya “Ashoke” karena tradisi pantang.

Kehormatan untuk memberikan nama kepada bayi pertama diberikan kepada Nenek Ashima. Namun hingga tiba saat Ashima dan bayinya harus dibawa pulang ke rumah, surat berisi nama pemberian tersebut tidak pernah datang. Hingga Nenek Ashima hilang ingatan dan meninggal dunia pun, surat tersebut tetap hilang jejak. Dengan alasan “untuk sementara” dan “hanya nama panggilan” si bayi diberi nama Gogol, diambil dari nama penulis Russia terkenal Nikolai Gogol, yang karya-karyanya merupakan favorit Ashoke. Alasan lainnya adalah karena ketika kereta yang Ashoke tumpangi beberapa tahun silam berakhir tragis dengan ratusan korban jiwa, halaman-halaman buku ini yang menjadi “tanda penolong” bahwa ia masih hidup diantara serpihan kereta dan mayat-mayat yang bergelimpangan.

Gogol hidup terjepit dalam dua budaya selayaknya anak-anak yang terlahir dari pasangan imigran. Lahir dan besar di Amerika membuatnya lebih merasa sebagai warga Amerika daripada seorang India. Demi kedua anak mereka, Gogol dan Sonia, Ashima dan Ashoke juga merayakan Thanksgiving dan Natal disamping perayaan-perayaan Hindu. Dalam keseharian pun, burger, soda, sereal dll berdampingan dengan samosas, kari dan makanan tradisional buatan tangan Ashima.

Gogol mulai menyadari keasingan namanya ketika ia beranjak remaja. Tidak ada orang lain lagi yang bernama Gogol, dan lebih parah lagi, tidak mudah bagi lidah Amerika untuk menyebut nama tersebut. Ia merasa tidak punya jati diri karena namanya tidak berhubungan dengan apa-apa, sekadar kekaguman ayahnya pada seorang penulis favorit. Adiknya Sonia pun memanggil dirinya sebagai Goggles. Ia semakin membenci namanya ketika mengetahui biografi Nikolai Gogol sebagai jenius yang meninggal karena depresi dan sakit kejiwaan. Mengetahui tentang tragedi kereta yang membuat ayahnya memiliki hubungan khusus dengan sang penulis pun tidak membuat Gogol berubah menyukai namanya, malah ia kini merasa bersalah. Dengan demokratis, Ashima dan Ashoke merestui Gogol mengganti namanya sebagai Nikhil, nama yang sewaktu kecil dulu ia tolak karena sudah terbiasa disapa sebagai Gogol.

Penggantian nama semakin membuat Gogol merasa asing dengan dirinya sendiri. Ia tetap tidak meyukai Gogol tetapi sulit pula membuat dirinya merasa sebagai Nikhil. Terkadang ia seperti memiliki dua kepribadian. Beranjak dewasa, kerap ia memberontak untuk mengikuti keinginan kedua orang tuanya. Gogol memilih jurusan arsitektur di Yale dengan mengabaikan harapan orang tuanya, meninggalkan pilihan jurusan kedokteran atau teknik di Cambridge atau MIT, tempat ayahnya dulu belajar.Term ABCD (American-born confused deshi) adalah julukan yang diberikan kepada orang-orang seperti Gogol, keturunan India yang lahir dan besar di Amerika, yang menolak untuk hidup dalam tradisi dan pola orang tua mereka, tradisi dan pola yang (tidak bisa disalahkan) memang asing tetapi tidak bisa dihilangkan dari darah dan wajah mereka.

Tidak seperti kedua orang tuanya yang menikah karena perjodohan, selayaknya “anak Amerika” Gogol bebas menentukan pilihannya. Beberapa wanita datang dan pergi dalam hidupnya. Hubungan-hubungan yang awalnya harmonis berakhir kandas di tengah jalan karena banyak alasan. Menikah “setengah dijodohkan” dengan seorang gadis ABCD pun ternyata tidak menjanjikan kelanggengan seperti yang dimiliki ayah-ibunya.

Novel ini tidak berusaha memberikan solusi, tidak berpihak, tidak juga bersikap sinis. Benar-benar hanya menceritakan perjalanan hidup sebuah keluarga imigran secara detail dan tekun. Mungkin karena aku sendiri adalah seorang imigran, aku memahami benar apa yang dialami Ashima dalam “perjalanan” novel ini. [Sekadar menambahkan, kerapian dan kesantunan bahasa dalam buku ini benar-benar menginspirasikanku untuk bisa lebih mahir berbahasa Inggris! Lalu, karena tertular oleh kekaguman dan kenikmatan yang dirasakan Ashoke melalui satra-sastra Rusia, aku juga jadi kepingin tahu seperti apa sih karya Nikolai Gogol itu…]

7 thoughts on “The Namesake [Jhumpa Lahiri]

  1. aku blm sempet punya/baca yg maladies tp klo menang pulitzer mestinya oke kali ya? klo namesake memang gak bikin terbawa emosi, mungkin krn bahasanya inggrisnya gak pake efek samping, rapi, jadi terasa “hanging on the surface” tp buat yg bisa relate dgn ceritanya aku pikir maknanya dalem ;)

  2. Betul, terlalu rapi …cerpennya di maladies juga ngga semua bagus, ada yang bisa membawa emosi, ada yg seperti namesake. Ide-idenya Lahiri memang biasanya dalem-dalem gitu…

  3. klo yg baca bukan imigran bakalan ‘ngrasa ni novel datar abis kali ya? kaya mengarang indah. disorientasi dan ketakutan ashima, aku juga ngalamin jadi bs nyambung. lebih jauh lagi, aku punya byk temen keturunan/asli India disini & kejadiannya mirip2 cerita si Gogol/Nikhil itu hehehe…

  4. i’ll try my best Suman, but i can’t promise it will be soon. where are you from bytheway? i looked onto your blogger profile but it doesn’t show your location.

  5. Benny says:

    I’m really impressed with your writing skills and also with the layout on your weblog. Is this a paid theme or did you customize it yourself? Either way keep up the nice quality writing, it’s rare to see a great blog like this one nowadays.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s