Mount Vernon Love Story: A Novel about George & Martha Washington [Mary Higgins-Clark]


Penulis/Author: Mary Higgins-Clark (1968, 1996, 2002)
Penerbit/Publisher: Simmon & Schuster
Cetakan/Edition: Hardback, 2002
Kategori/Category: General fiction, biography
ISBN: 0-7432-2987-8

Mount Vernon Love Story menceritakan tentang perjalanan hidup George Washington semenjak belia hingga pasca kursi kepresidenan. Siapa sih yang nggak tahu George Washington, presiden pertama Amerika, yang namanya diabadikan sebagai ibu kota pemerintahan itu? Bisa dibilang buku ini semacan fiksi biografi. Fiksi karena banyak detail-detail yang dipakai sebagian merupakan rekayasa penulis; sedangkan penggunaan nama-nama orang, lokasi, kejadian dan tanggal-tanggal yang dipakai merupakan hasil penelitian sang penulis yang memang pecinta buku-buku sejarah.

Mount Vernon menjadi warisan yang berharga bagi George (diberikan oleh saudara tirinya, Lawrence & Anne Washington) karena inilah tempat yang ia sebut “rumah” ketika pulang dari peperangan, tempat ia bercengkrama dengan para sahabat dan keluarga, tempat yang ia tuju setelah melepaskan jabatannya sebagai Presiden Amerika.

George menikah dengan Martha sepulang dari suatu perang. Meskipun sejak lama ia jatuh cinta kepada Sally, istri sahabat baiknya, tetapi Martha adalah seorang yang benar-benar ia kagumi, ia inginkan dan ia butuhkan. Dengan ini penulis membantah anggapan publik yang menganggap bahwa Sally adalah cinta sejati George. Sejak awal pun George tahu ia tidak akan pernah bisa mendapatkan Sally yang aristokrat dan hidup bahagia bersama suaminya George William. Sally adalah orang yang paling berjasa jarena telah menginspirasi dan membantu George menjadi seorang charming gentleman yang lihai di lantai dansa, tetapi Martha adalah wanita yang memberikan kebahagiaan, warna dan keluarga bagi George dan Mount Vernon.

Ketika menikah dengan George, Martha yang lebih dikenal dengan panggilan sayang “Patsy”, adalah janda beranak dua. Watak Patsy yang riang dan terbuka bisa mendadak keras kepala jika berurusan dengan perihal yang menyangkut kedua anaknya. Ia sangat protektif terhadap mereka karena tidak ingin kehilangan lagi. Sebelumnya, ia telah kehilangan dua orang anak yang meninggal karena terlalu lemah. Bahkan puteri kecilnya “Little Patsy” pun menunjukan gejala yang sama meskipun si sulung Jacky tampak aktif dan baik-baik saja. Terkadang George merasa serba salah dengan posisinya sebagai ayah tiri mereka. Jauh di lubuk hati yang paling dalam, George mencintai Jacky dan Little Patsy tanpa syarat dan ia pun menginginkan yang terbaik bagi mereka. Hal-hal seperti inilah yang terkadang mewarnai pernikahan George dan Pasty dengan sedikit kesalahpahaman.

Klimaks dari hubungan kasih George dan Martha adalah selepas kepergian Little Patsy. Martha mendadak murung dan bersikap dingin karena duka yang mendalam. Dari Jacky, Martha belajar bahwa ia telah bersikap egois dengan perasaan dukanya. Bukankah George juga merupakan bagian dari mereka? George pula yang telah memberikan yang terbaik bagi mereka semua, terutama bagi Little Patsy selama ia masih hidup. Betapa Little Patsy mengagumi dan mencintai ayah tirinya itu…

Aku selalu menyukai cara Mary Higgins-Clark menuliskan novel-novelnya yang awal mulanya kukenal lewat buku-buku suspens terbitan Gramedia. Alurnya selalu lancar, bahasanya lugas, dalam bahasa Inggris pun apa yang beliau tuliskan bisa dengan mudah dibayang-bayangkan. Imaginable descriptions. Lewat fiksi biografi ini, Mary Higgins-Clark berupaya mengenalkan sosok lain seorang George Washington yang dikenal sangar karena tingginya yang melebihi rata-rata pada saat itu, kegagahannya dalam perang dan kelihaiannya dalam menunggang kuda, sampai-sampai orang Indian pun kagum terhadapnya. George disini adalah seorang anak muda yang tertekan, seorang kawan yang menyenangkan, prajurit yang cerdas dan tidak mudah patah, suami dan pasangan yang penuh kasih dan pengertian serta romantis, ayah yang penyayang dan pelindung, kakek yang penuh kasih sayang dan presiden terpilih yang dikagumi. Seorang gentleman sejati!

Novel ini merupakan buku pertama yang dituliskan oleh Mary Higgins-Clark (wow!). Diterbitkan tahun 1969 dengan judul asli “Aspire to Heavens”, motto keluarga ibu George, setelah mengalami beberapa perubahan dan penambahan data-data baru, novel ini diterbitkan kembali dengan judul baru seperti sekarang. Ingin tahu lebih lanjut mengenai penulis dan karya-karyanya yang lain? Silakan klik disini. Ingin kenal dekat dengan figur George & Martha Washington, silakan browse internet atau pergi ke perpustakaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s