Belitan Memori [V. Lestari]


Penulis/Author: V. Lestari (2005)
Penerbit/Publisher: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan/Edition: April 2005
Kategori/Category: Fiksi Dewasa
ISBN: 979-22-1340-6

RS Budi dan Poli gempar ketika Dokter Bima ditemukan tewas di ruang praktik kerjanya dengan jarum suntik dan morfin dosis tinggi di lengan plus sedikit memar di ubun-ubun kepalanya. Bunuh diri? Dibunuh? Padahal baru beberapa jam sebelumnya ia meminta Dokter Alan yang psikiater untuk menunggunya seusai praktik karena ia mau curhat. Dokter Alan benar-benar tersita dengan kasus Dokter Bima karena ia merupakan orang pertama yang menemukannya tanpa nyawa. Ia juga yang kebagian tugas menyampaikan kabar buruk itu kepada keluarga Bima. Kegiatan Dokter Alan selain tetap berpraktik di Poli seperti sedia kala, sepertinya hanya mondar-mandir ke rumah Mada Saputra yang diduga menyimpan dendam pada Dokter Bima, lalu berkunjung ke rumah alm Bima untuk bertemu dan membantu anak-anak Bima yang tertekan dan teraniaya oleh ibu mereka sendiri, lalu urusan dengan polisi, dan juga pulang ke rumahnya sendiri (tempat ia mendengarkan gosip terbaru yang dibawa ibunya dari arisan). Suasana ini juga berhikmah baik untuk Dokter Alan. Buktinya karena kasus Dokter Bima, ia berkesempatan untuk mengenal Karina lebih dekat, bahkan membantunya menguak rahasia kehidupannya di masa lampau.

Ceritanya sih nggak ruwet-ruwet amat, malah sederhana kalau dibandingkan dengan novel-novel suspense lain. Dari awal pun pembaca sudah boleh tebak-tebakan tanpa harus berakhir salah kira-kira siapa yang terlibat dengan kematian Dokter Bima. Tapi twist-nya tidak mengecewakan. Semua belitan memori akhirnya terkuak satu-persatu; antara Dokter Bima dengan Karina, foto wanita dengan tanda-tangan penuh cinta yang ditemukan Hilda, istri Bima di ruang kerjanya, kematian Satpam Riza dan juga tentang isi hati Dokter Alan yang sempat “harus berhubungan” dengan lelaki macho berjaket kulit sebagai upaya untuk “memberi pelajaran” kepada ibunya sendiri.

Kalau diingat-ingat, baru kali ini rasanya aku berkesempatan membaca karya V. Lestari meskipun novel-novel beliau mudah dijumpai di toko-toko buku di Jakarta. Bahasa yang dipakai berbeda sekali dengan karya penulis-penulis muda yang karyanya funky dan penuh slang atau kosakata asing. Yang ini terasa santun, tidak baku tapi tetap nikmat untuk dibaca apalagi dicerna. Mungkin aku juga sih yang mesti lebih kreatif dan variatif memilih bacaan supaya nggak kaget-kagum melulu, hehehe…

Bottom line: Apa memang arisan ibu-ibu itu kamulflase buat ajang gosip doang ya? Gosip itu kejam ya… :(

7 thoughts on “Belitan Memori [V. Lestari]

  1. aida says:

    Kalau udah sering baca V. Lestari pasti tahu bahwa buku buku karangan nya enak dan simple di baca…Karena saya salah satu penggemar beratnya..

    • saya sdh baca , seru ttg anak yg dilempar keluar dr lt 7 apartment,
      anaknya ketangkep sama pak satpam,

      seru bener pokoke

      anak saya yg cowok skrg jad ikutan baca buku V Lestari
      (kebetulan lg baca yg apartment lt 7)

  2. IMELDA says:

    semua novel karangan v.lestari dah aq baca smua.
    termsk yg terbaru… NALURI.
    TOP abizzzzzz……….
    kpn nih muncul yg baru lg?
    ditunggu lho….
    aq termsk penggemar berat novel2 beliau.
    GBU

  3. yanti says:

    hampir semua buku V Lestari saya sdh baca, eh ternyata masih ada 2 buku yg belum ada dikoleksi saya,pdhal dalam belitan memori dan Gazebo terbitan lama yah. baca sinopsisnya seru juga kayanya.

    klu ada jumpa penggemar V Lestari pengen ikutan deh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s