Narnia #2: The Lion, the Witch and the Wardrobe [C. S. Lewis]


 

Penulis/Author: C. S. Lewis (1950)
Penerbit/Publisher: Harper Collins
Cetakan/Edition: 11, 2001
Kategori/Category: Children Fiction
ISBN: 0-00-711561-x

This is the second book of the Chronicles of Narnia. I was expecting it to be a continuity from the previous book, but to my surprise, only the wardrobe was the linkage. Of course, Jadis (the Evil Queen) was still there as well as Aslan (the Lion) and the border of two worlds: the iron lamp post.

Peter, Susan, Edmund and Lucy were sent away from London to the house of an old professor who lived in the countryside. While playing hide and seek with her siblings, Lucy found an old wardrobe in an empty room. She entered it and tried to hide between the softness of the hanged fur coats until she felt something crunched under her feet. It was soft, powdery and exteremely cold!

Narnia wasn’t the same as the one we left from the other book. It wasn’t told what had happened in between but Narnia was now older, colder and full of evil creatures. Apparently, the evil queen has become the White Witch, which doesn’t necessarily refer to goodness. She was called White Witch because she turned Narnia into an icy cold world and her wand could turn everything into stones.

Only the presence of Aslan could bring sunshine and spring back to Narnia. Too bad one of the kids became a traitor where Aslan had to give up himself in exchange for the kid’s life. Aslan was humiliated and killed by the White Witch and its followers. But Narnia is a magic world and everything contains magic secret in it.

Compared to the first one, the second book has more actions. But in term of atmosphere, I still like the first one better. Right on, five more to go!

BAHASA
Ini adalah buku kedua dari seri Chronicles of Narnia. Aku sebetulnya mengharapkan buku ini melanjutkan cerita dari buku pertama, tetapi ternyata tidak demikian adanya. Hanya lemari baju peninggalan dari buku pertama yang menjadi pengubung. Tentu saja Jadis (si Ratu Jahat), Aslan (Sang Singa) dan juga pembatas dua dunia: tiang lampu besi masih ada.

Peter, Susan, Edmund dan Lucy dikirim keluar London untuk tinggal daerah pedesaan, di rumah milik seorang profesor tua. Ketika sedang bermain sembunyi-sembunyian bersama kakak-kakaknya, Lucy menemukan sebuah lemari tua yang terletak pada suatu ruangan kosong. Ia pun mencoba bersembunyi di dalam lemari tersebut, diantara kelembutan mantel-mantel bulu yang tergantung disana. Tiba-tiba, Lucy menginjak sesuatu yang terdengar gemerisik di bawah kakinya. Sesuatu yang lembut, seperti bubuk dan terasa sangat dingin!

Narnia kali ini tidak lagi seperti Narnia yang kita tinggalkan pada buku sebelumnya. Entah apa yang terjadi, Narnia yang sekarang lebih berumur, lebih dingin dan penuh dengan makhluk jahat. Si ratu jahat telah berubah nama menjadi Penyihir Putih yang tidak sedikitpun berhubungan dengan kebajikan. Ia disebut Penyihir Putih karena telah mengubah seluruh Narnia menjadi dunia dingin bersalju dan tongkat sihirnya mampu membekukan segala sesuatu menjadi batu.

Hanya kehadiran Aslan Sang Singa yang mampu membawa kembali sinar matahari dan musim semi kepada Narnia. Sayangnya, salah satu dari keempat bersaudara tersebut ada yang berubah arah menjadi penghianat sehingga Aslan harus menyerahkan dirinya untuk menjadi tumbal. Aslan lalu dipermalukan dan dibunuh oleh Penyihir Putih dan para pengikutnya. Tapi Narnia adalah dunia magis dan segala sesuatu tentunya memiliki rahasia sihir tersembunyi.

Dibandingkan dengan yang pertama, buku kedua ini memiliki lebih banyak aksi. Tapi dari segi suasana, aku rasanya lebih menyukai buku yang pertama. Ayo, lima buku lagi!

4 thoughts on “Narnia #2: The Lion, the Witch and the Wardrobe [C. S. Lewis]

  1. waaaaaaakss…sadiiis 6 hari abis 1 bukuuu??? ck ck ck
    salut gw..
    huehee…gw baca buku yg tebelnya standar dan mudah dimengerti isinya, bisa abis 2 minggu paling cepet… kekekeke… abis banyak kerjaan ^__^ pengen deh kayak orang2, distasiun baca, di kereta baca, dikafe juga baca, hayaaah, gue???
    hahaha… ya itu, gw blm bisa nikmatin yg namanya nikmat membaca :D

  2. wah Tek, kalo orang normal buku setipis ini sih paling banter sehari juga dah bubar. cuman 200 halaman aja kok. aku aja yang lelet, bacanya ditunda-tunda biar gak monoton. supaya semakin menikmati, bacanya nyambi tidur dan makan beng2 (iklan banget!!!) hahaha :D

  3. antubuku says:

    rey, sesekali bc buku kanak2 ok juga ya.. tapi keterlaluan bacanya sampe 6 ari, kalo aku itu tandanya membosankan hahaha

  4. hahaha, enggak juga kok Antu. ada jarak 6 hari karena empat hari sebelumnya aku tidak membaca apa-apa have fun shopping and hang out with friends. pulang ke rumah sudah terlalu lelah untuk membuka dan membaca buku ;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s