The Blessing [Jude Deveraux]


Penulis/Author: Jude Deveraux (1998)
Penerbit/Publisher: Pocket Books
Cetakan/Edition: 1, 2004
Kategori/Category: Fiction
ISBN: 0-671-0333-01

ENGLISH 

I fell in love with this author when I read “The Duchess” as my first English novel (by ‘English’ I mean it was not the translated edition). Deveraux seems to always know what woman readers like me want from romance books: a perfect gentleman who is willing to die for the loved-one and a happy ending with a big smile. I have quite a few of her books and what I like the most is when she wrote stories from other centuries where castles, knights, armours, battles and royal titles get involved with jealousy, proud, festivals and forbidden and humorous love story.

However, the setting of this story wasn’t from the time when people used horses as their transportion. One of the most major hunks of New York, the multi millioner Jason Wilding, had to get home to Abernathy Kentucky immediately because his little brother, Dr. David Wilding, cabled him saying that their father was dying. It was actually a trick because David needed his big brother’s help to nanny a kid, while he was trying to impress and take out the kid’s mother, Amy Thompson, a newly-widowed woman. As a new mother, Amy was possesive with her kid. The thing was, David forgot to tell Jason that it wasn’t merely a kid, it was a 6-months old baby that Jason needed to nanny. Another thing that David also forgot to tell, he had told Amy that Jason was a gay, just in case Amy would disagree to let Jason in her house and be a nanny.

I can’t tell much of the story because I found it full of cliches and too much favourable coincidences. The main idea of the story already made me shake my head in disagreement. How would a multi millioner who came home by his private jet agreed so easily to stay at a stranger woman’s house and nanny a real baby without much of real arguments? If Amy was as smart as the author tried to make the readers believe, why wouldn’t she made her feel suspicious when so many favourable things had happened to her miserable life and so easily choose to believe that santa had come early? So often, so dramatic, so shallow?

Jason, being a multi millionaire in NY city with loads of money sounded acceptably real. But the way the money was spent whole through the novel without even intelligent considerations being made, is just too much to bear as realistic. I am a romance lover and I never consider romance as dumb. Then why I feel like this book is treating like I am such an one?

After Deveraux’ “Always” that tells a story of psychic in a suspense theme, “The Blessing” will be the second on the list of her failure novels. I love you Deveraux, but I don’t have to like all your books (though I bought them). Being your fans, I guess I have the right to be more critical and picky.

BAHASA

Aku jatuh cinta pada penulis ini sejak membaca “The Duchess”, novel bahasa Inggris pertama yang aku tuntaskan. Deveraux sepertinya mengerti benar apa yang diinginkan oleh wanita penikmat buku roman seperti aku: lelaki gagah tanpa cela yang rela mati demi wanita yang dicintai dalam sebuah cerita yang berakhir bahagia dengan senyum mengembang. Aku memiliki lumayan banyak buku karangan beliau dan yang paling aku sukai adalah cerita dengan latar belakang abad-abad lampau dimana kastil, para ksatria, tameng baja, peperangan, gelar kebangsawanan terbalut dengki, harga diri, festival dan juga cinta yang terlarang dan penuh humor.

Tapi buku ini agak berbeda karena setting-nya bukan kala dimana kuda dijadikan alat transportasi. Jutawan Jason Wilding, salah satu lelaki idaman New York, harus bergegas pulang ke kampung halaman di Abernathy, Kentucky, setelah menerima kabel dari adiknya, Dr. David Wilding, yang mengabarkan bahwa ayah mereka sedang sekarat. Sebenarnya ini hanya tipuan David karena ia membutuhkan bantuan kakaknya untuk menaklukan hati seorang janda, Amy Thompson, dengan menjadi pengasuh anaknya. Hanya saja David lupa memberitahu Jason kalau calon anak asuhnya bukan hanya seorang ‘anak kecil’ melainkan seorang bayi berusia 6 bulan. David juga lupa memberitahu Jason kalau ia telah berbohong pada Amy tentang Jason sebagai gay kalau-kalau Amy keberatan harus menerima Jason tinggal bersama dia dan bayinya.

Aku tidak bisa bercerita banyak tentang buku ini karena terus terang aku tidak suka dengan banyaknya klise dan kebetulan-kebetulan yang menyenangkan. Dari awal membaca pun aku sudah kurang setuju dengan jalan ceritanya. Bagaimana mungkin seorang jutawan yang bergegas pulang kampung dengan pesawat jet pribadi mau tinggal bersama seorang wanita asing dengan menjadi pengasuh bayinya demi permintaan sang adik tanpa banyak argumen yang ‘benar-benar argumen’. Kalau Amy memang secerdas yang ingin disampaikan penulis kepada para pembaca, kenapa dia tidak dibuat untuk curiga ketika hidupnya yang berantakan mendadak lebih cerah dengan banyaknya kebetulan-kebetulan yang menguntungkan, malahan memilih untuk nrimo kalau sinterklas telah datang lebih pagi? Sesering, sedramatis dan sebodoh itu kah?

Jason dengan statusnya sebagai jutawan yang memiliki banyak uang masih bisa aku terima dengan realistis. Tapi melihat bagaimana uang dihambur-hamburkan di dalam buku ini tanpa sedikitpun cerita tentang pertimbangan-pertimbangan cerdas sepertinya amat sulit untuk dicerna. Aku penikmat buku roman dan tidak pernah berpikir kalau romantisme adalah kebodohan. Lalu mengapa aku merasa kalau buku ini berusaha untuk membodohi aku ya?

Setelah membaca buku Deveraux yang berjudul “Always” tentang cenayang dalam cerita detektif, buku “The Blessing” aku tempatkan pada urutan kedua buku terburuk dari penulis yang sama. Aku cinta padamu Deveraux, tapi bukan berarti aku harus menyukai semua buku-bukumu (meskipun aku membelinya). Sebagai seorang penggemar, aku pikir aku memiliki hak untuk lebih kritis dan menjadi pemilih.

5 thoughts on “The Blessing [Jude Deveraux]

  1. Duuuhhhh can’t get enough of that montgomerys, taggerts, etc deh…..
    Love it love it love it….

    Kl abis baca always hungry for more…Hhhmmmm ngefans abeesss deh pokoknya…

    O iya lam kenal ya Rey…

  2. The Blessing gak bagus ya? Wah aku blm baca yg ini….
    Yupe typical bgt sbnrnya ya, ce2 mandiri yg sok gak butuh co, co2 belagu yg gak ngira bakal bs fall in love ma ce egois gt..hehehe…tp teteup doyan bgt :p

    Di Indo mayan susah dapetin buku2nya jude….
    Malah dapet banyak di blog yg jual buku2 2nd….wah mayan banget…hehehe

    Love your blog…keep on writing Rey…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s