Animal Farm: A Fairy Story [George Orwell]


 

Penulis/Author: George Orwell (1945, Eric Blair)
Penerbit/Publisher: Penguin
Cetakan/Edition: 59, New note on the text, 1989
Kategori/Category: Fiction
ISBN: 0-1401-2670-8

ENGLISH

What will happen if a farm is being taken over by the animal and the owner human is being thrown out from their farmhouse?The animal of Manor Farm were tired being treated unfairly. Their lives were miserables, labourious and short, while their production were taken by Mr. Jones, the farm owner. Some of their comrades animal were also killed for Mr. Jones and other human’s foods. The animal, under the courage and provocation from Major, an old and the most charismatic pig on the farm, planned a rebellion against the human being. They wanted to live in freedom from labour, freedom from fear of being killed and freedom of being controlled by human beings who couldn’t produce anything but enforced slavery upon the animals.

After Major passed away three days later, the rebellion took place with commands from Napoleon and Snowball, two of most prominent pigs on the farm. Apparently, pigs were the most intelligent animal on the farm compared to others. They could read and write, they were full of ideas and the most important thing: they could provide excellent speech for the other comrades to hear. Mr & Mrs Jones with their workers were driven out of the farm successfully. After that, the animal with the guidance from Napoleon and Snowball set up the Seven Commandements:

  1. Whatever goes upon two legs is an enemy

  2. Whatever goes upon for legs, or has wings, is a friend

  3. No animal shall wear clothes

  4. No animal shall sleep in a bed

  5. No animal shall drink alcohol

  6. No animal shall kill any other animal

  7. All animals are equal

In simple, it became: FOUR LEGS GOOD, TWO LEGS BAD. The name “Manor Farm” was also changed into “Animal Farm”.The story was originally titled “Animal Farm: A Fairy Story” even though there was nothing about fairies in it. It was in fact, a satir of revolution and politics story that frequently happened to human nations. It’s all started with the feeling of being treated ‘unfairly’ and people wanted more freedom. When freedom was achieved, they wanted to establish a good system. A good system is always relative to whoever perceived it, and dualism of leadership hardly ever survived peacefully on history.

Napoleon and Snowball were always against each other, and as a result one of them must be made fallguy and the other ended up being on dictatorship. Sounds familiar, eh? It is also often happen that so much bloodshed and hardship offered for the sake of revolution were for nothing. Years later those who, at the beginning, seemed to carry the sacred mission for the benefit of the public, became greedy and disoriented as leaders and they started to take steps againts the original mission.

Years after the animal’s rebellion and only several direct witnesses were left due to aging, the animal saw some neighbouring farmers entered their farmland heading to the farmhouse which was now occupied solely and exclusively by the pigs colony. They could see from outside through the window, how the pigs and humanbeing were talking and sharing foods. Suddenly, there was a fight because one pig and one farmer were cheating on cards game.

“Twelve voices were shouting in anger, and they were all alike. No question, now, what had happened to the faces of the pigs. The creatures outside looked from pig to man, and from man to pig, and from pig to man again: but already it was impossible to say which was which.” (p.95)

The story was written on November 1943 – February 1944 and it was first published on 17 August 1945 in England.

BAHASA

Apa jadinya jika sebuah tanah pertanian diambil alih oleh para hewan yang diternak dan si petani pemilik digusur dari tanahnya sendiri secara paksa?

Hewan ternak di Pertanian Manor lelah karena merasa diperlakukan tidak adil. Kehidupan mereka tidak menyenangkan, penuh kerja keras dan tidak bertahan lama, sementara hasil mereka diambil oleh Petani Jones. Bahkan, sebagian teman-teman sesama hewan pun berakhir dijagal untuk bahan makanan petani dan manusia lainnya. Di bawah pimpinan dan provokasi menggebu dari Major, seekor babi tua tetapi paling cerdas di seluruh tanah pertanian, para hewan akhirnya merencanakan pemberontakan. Mereka ingin hidup bebas dari kerja keras, bebas dari rasa takut untuk berakhir di penjagalan, dan yang terutama, bebas dari kekuasaan manusia petani yang tidak menghasilkan apa-apa tetapi selalu memecut para hewan untuk bekerja bagi mereka.

Setelah kepergian Major tiga hari kemudian, pimpinan rencana pemberontakan diambil alih oleh Napoleon dan Snowball, dua babi muda yang cerdas. Kebetulan, hewan babi adalah termasuk yang paling pandai diantara semua penghuni tanah pertanian. Mereka dapat membaca, menulis, memiliki segudang ide, dan yang paling penting, mereka pandai berpidato yang bisa membangkitkan semangat hewan-hewan lain. Petani Jones dan istrinya beserta para pekerja lainnya berhasil diusir dari tanah pertanian Manor. Para hewan lalu merumuskan dan menetapkan Tujuh Perintah:

  1. Apapun yang berjalan dengan dua kaki adalah musuh

  2. Apapun yang berjalan dengan empat kaki, atau memiliki sayap adalah teman

  3. Hewan tidak memakai pakaian

  4. Hewan tidak tidur di atas tempat tidur

  5. Hewan tidak minum alkohol

  6. Hewan tidak boleh membunuh sesama hewan

  7. Semua hewan adalah sama derajatnya

Untuk mudahnya, perintah-perintah itu disingkat menjadi: EMPAT KAKI BAIK, DUA KAKI BURUK. Nama “Pertanian Manor” juga diubah menjadi “Pertanian Hewan” (Animal Farm).

Judul asli cerita ini adalah “Animal Farm: A Fairy Story” meski tidak sedikitpun tertulis mengenai kisah peri didalamnya. Malahan, cerita ini sebenarnya merupakan sindiran terhadap cerita revolusi dan politik manusia. Berawal dari rasa ketidakadilan, lalu muncul keinginan untuk mendapatkan kebebasan. Ketika kebebasan tercapai, lalu timbul gagasan untuk membuat sistem yang baik. Sayangnya ‘sistem yang baik’ antara satu orang dengan orang lainnya belum tentu diartikan sama. Lagipula, jarang tercatat dalam sejarah tentang kepemimpinan dualisme yang berjalan sealur dalam kedamaian.

Napoleon dan Snowball pun selalu bertentangan. Salah satu dijadikan korban revolusi sebagai kambing hitam dan yang satunya lagi beralih menjadi diktator. Kisah yang terdengar akrab, bukan? Banyak kali tercatat tentang pertumpahan darah dan kesusahan atas nama revolusi yang menjadi sia-sia. Orang-orang yang pada awalnya menggebu-gebu untuk menjalankan misi mulia untuk kebaikan segenap masyarakat, menjadi serakah dan hilangan arah ketika menggenggam kekuasaan, dan mulai melangkah menjauhi misi awal revolusi yang dulu dicita-citakan.

Bertahun-tahun kemudian ketika hanya segelintir hewan yang merupakan saksi langsung dari kudeta mereka, hewan-hewan di kandang melihat para petani tetangga datang bertamu ke rumah pertanian mereka yang kini dihuni secara ekslusif oleh para koloni babi. Dari jendela mereka melihat para babi dan manusia bertukar cerita dan berbagi kudapan. Tiba-tiba terjadi perkelahian antara babi dan manusia gara-gara kecurangan dalam permainan kartu.

“Dua belas suara berteriak-teriak penuh kemarahan dan semuanya terdengar serupa. Tidak ada lagi yang bertanya sekarang, apakah yang sebenarnya terjadi pada wajah para babi? Mahkluk-mahkluk di luar jendela menatap berpindah-pindah dari wajah babi ke manusia, lalu dari manusia ke babi, lalu dari babi ke manusia lagi: tapi sudah sulit untuk membedakan siapa yang mana.” (p.95)

Cerita ini ditulis antara November 1943 – Februari 1944 dan diterbitkan pertama kali secara luas pada 17 Agustus 1945 di Inggeris.

7 thoughts on “Animal Farm: A Fairy Story [George Orwell]

  1. Tetep aku rekomen kamu baca langsung karena banyak adegan yang bisa jd bahan renungan :) Kalo menurut pengantar dari penerbit, Napoleon adalah representasi Stalin dan keseluruhan Animal Farm merujuk pada politik Rusia saat itu.

  2. I read your Myrtle Beach link and yeah it’s kinda similar in situation. Orwell was being sarcastic about Russian politics with Stalin in-charge but to tell the truth, being greedy and hypocracy are in human blood, not only the Russians!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s