The Sisterhood of the Travelling Pants [Ann Brashares]


 

Penulis/Author: Ann Brashares (2001)
Penerbit/Publisher: Random House
Cetakan/Edition: 13
Kategori/Category: Young adults – fiction
ISBN: 1-74051-779-2

ENGLISH
Knowing that they couldn’t spend the summer holiday together had made Carmen, Lena, Tibby and Bridget feel sad. Lena would visit her grandparents in Greece, Bridget would stay in a soccer camp in Mexico, Carmen would travel to another city to be with her Dad, while Tibby would stay home in DC. Three of them were happy that they would go for a vacation but somehow it was also quite depressing because for the first time, they will have a separate holiday from their best pals, whom they knew since inside the wombs.

In Carmen’s room, they found and tried a blue jeans that Carmen had bought for $3.49 from a second-hand shop sometime ago. Though they have a dramatically different body sizes, magically, the second-hand pants fitted their bodies quite nicely. They then decided that the pants would be the connector and the witness of their coming vacation.

Carmen’s speech on the sisterhood’s secret meeting (p.20): “Magic comes in many forms. Tonight it comes to us in a pair of pants. I hereby propose that these pants belong to us equally, that they will travel to all the places we’re going, and they will keep us together when we are apart.”

On the same meeting they decided 10 governing rules for wearing the pants such as: the pants cannot be washed, the girls shouldn’t say the word ‘phat’ while on the pants, they cannot pick their noses and they shouldn’t wear a belt or a tucked t-shirt with it. Lena would be the first one to hold the pants, then Tibby, Carmen and Bridget. Each of them will keep the pants for one week before sending it using an express mail to the next person. From Bridget, the pants would go back to Carmen, Tibby and Lena. At the end of their holiday, they would write a documentation on both legs of the pants, about the most interesting place they went while wearing the pants on the left and about the most important thing that happened while wearing it on the right.

So many things had happened during the holiday. They even met new friends who brought up stories to their lives with laughter and tears, happiness and angers as well as first-loves and grieves. Only one thing stayed the same that was their friendship ties. The travelling pants became the symbol of their beloved friends’ presence, when they were alone in a faraway place.

Reading the prologue of the book reminds me of the serial of “The Princess Diary” by author Meg Cabot: it was youthful, cheerful and colourful. These books may be categorised under the same teenlit theme. Overall, I think this book is more serious compared to the funny and childish “The Pricess Diaries” even though both serial were telling stories about girls in their age of 15-ish. The Sisterhood is more mature on story as well as on the underlining messages about friendship and teenage girls’ things, with a very less slang being used. I admire the idea of Brashares‘ novel. It made me imagining how would it feel to be in the sisterhood like that, hahaha…

The novel has been made a motion picture using the same title and it was released on 1 June 2005. The other two novel from the same serial are: “The Second Summer of the Sisterhood” (2003) and “Girls in Pants” (2005). To cut it short: let’s collect them all! ;)

BAHASA
Eratnya persahabatan antara Carmen, Lena, Tibby dan Bridget membuat mereka sedih ketika mengetahui bahwa liburan musim panas kali ini untuk pertama kali mereka tidak akan bersama-sama. Lena akan mengunjungi kakek dan neneknya di Yunani, Bridget pergi ke camp atlet sepakbola wanita di Mexico, Carmen akan menghabiskan liburan bersama ayahnya di kota lain, hanya Tibby yang tidak pergi kemana-mana. Di satu pihak mereka senang akan pergi berlibur, di pihak lain berat rasanya pergi jauh dari sahabat-sahabat yang mereka kenal semenjak masih dalam kandungan.

Di kamar Carmen satu per satu mereka mencoba celana jins biru yang Carmen dapatkan dari toko loak seharga $3.49. Meskipun ukuran tubuh mereka berbeda, celana jins bekas ini seperti sihir melekat indah di tubuh masing-masing. Mereka pun bersepakat bahwa celana jins ini akan menjadi penghubung dan saksi perjalanan liburan mereka.

Pidato Carmen pada pertemuan rahasia sisterhood (hal. 20): “Magic datang dalam berbagai bentuk. Malam ini ia datang dalam bentuk celana jins. Saya mengusulkan celana ini menjadi milik kita bersama secara merata. Ia akan pergi ke tempat-tempat yang kita kunjungi dan ia akan menjadi penghubung ketika kita terpisah.”

Pada pertemuan rahasia tersebut sehari sebelum mereka berangkat, mereka menetapkan 10 aturan yang harus dipatuhi ketika memakai celana liburan ini, antara lain: celana liburan tidak boleh dicuci, tidak boleh bilang kata ‘gendut’ ketika sedang memakainya, tidak boleh mengorek hidung, tidak boleh memakai ikat pinggang atau kaus yang dimasukkan kedalam celana. Lena berkesempatan untuk memakai duluan, lalu Tibby, Carmen dan Bridget. Masing-masing akan menyimpannya selama satu minggu sebelum mengirimkan celana tersebut dengan pos kilat ke pemakai berikutnya. Dari Bridget, celana akan kembali ke Carmen, Tibby lalu berakhir di Lena. Di akhir liburan, mereka harus menuliskan dokumentasi pada kedua pipa celana liburan tersebut, tentang tempat paling menarik yang telah mereka kunjungi ketika memakai celana tersebut pada pipa kiri dan tentang hal terpenting yang terjadi ketika memakai celana tersebut pada bagian kanan.

Banyak hal yang terjadi selama liburan. Mereka berempat bertemu dengan teman-teman baru yang memberi warna pada liburan mereka, baik berupa tawa juga tangis, rasa bahagia juga marah, bahkan cinta pertama dan dukacita. Satu hal yang tetap sama yaitu ikatan persahabatan yang erat. Celana liburan menjadi simbol kehadiran para sahabat terkasih ketika masing-masing berada sendirian di tempat yang jauh.

Prolog buku ini sepintas lalu mengingatkanku pada koleksi The Princess Diaries karya Meg Cabot: muda, lincah dan penuh warna. Mungkin jika harus dikotak-kotakan dalam kategori, buku-buku seperti ini akan berada dalam rak berlabel teenlit. Secara keseluruhan aku merasa isi buku ini jauh lebih serius dibandingkan dengan serial The Princess Diaries yang kocak dan kekanakan meskipun keduanya bercerita tentang gadis-gadis berusia 15 tahunan. The Sisterhood terasa lebih dewasa dalam makna tentang persahabatan dan permasalahan yang dialami gadis-gadis yang beranjak dewasa, dan Brashares pun jarang menggunakan slang dalam bercerita. Aku benar-benar kagum dengan ide cerita milik Brashares ini. Terbayang, pasti seru kalau aku bisa ikut serta dalam sisterhood seperti ini, hahaha…

Cerita ini sudah difilmkan dengan judul yang sama oleh Alcon Entertainment & Warner Bros, dirilis pada 1 Juni 2005 yang lalu. Kelanjutan dari buku ini adalah “The Second Summer of the Sisterhood” (2003) dan “Girls in Pants” (2005). Intinya: kumpulin bukunya yuk! ;)

2 thoughts on “The Sisterhood of the Travelling Pants [Ann Brashares]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s