Tall Poppies [Louise Bagshawe]


 

Penulis/Author: Louise Bagshawe (1997)
Penerbit/Publisher: Orion Books
Cetakan/Edition: Paperback – Eight impression 2004
Kategori/Category: General fiction
ISBN: 0-75280-875-3

ENGLISH
Another enjoyable novel from an Oxford graduate who was the 1989 Young Poet of the Year and the former President of Oxford University Rock Society.

“You’ve got to cut down the tall poppies” – Australian proverb. (p.345)

In Brooklyn, a girl named Nina Roth struggled with her scholarship that brought her to one of the best school in town, where people from her social-status wouldn’t dream to have access in. She was intelligent but she wasn’t fit to the society she was involved with. Her relationship with Jeff Glazer, one of the school hunks, gave her a hazy vision about herself. She ended up pregnant with Jeff’s refusing to take any responsibility of it. Leaving her eccentric parents and her scholarship behind, Nina decided to stand up on her own feet and started to climb up her own ladder. From a 7-11 store belonged to her parents through another small diary and a small pharmaceutical company, Nina ended up with the giant Dragon Pharmaceutical. At a very young age, the life had taught her to be strong and ambitious. Her experiences, boldness and brightness helped her to achieve her dreams, instead of her lacking of degree.

In London, Lady Elizabeth was fighting to get what she believed was hers. She was the first child of Lord Caerhaven, the child he refused to admit as his legacy. Elizabeth was sent to get a ‘women’ education in Switzerland where she wasn’t allowed to learn anything related to accounts, marketing and any other business subjects. When she discovered her talent for ski, she used it as the ticket to get out from the women school of ‘Mrs’ degree. With the help of an Olympic legend, Elizabeth was trained to ski professionally and became one of the most prominent British ski athletes. She got the whole package with her: young, attractive, talented and a royal title, all of which are perfect for the spotlights. To get involve in his father business empire never really left Elizabeth’s mind. She begged her father to put her on his company, Dragon, for an internship.

Two young women from a totally different background was now competing each other head-to-head for attention, office popularity and most of all for control. Lord Caerhaven was used to be a single authority on his company. He hated Elizabeth and would love to get rid of her from his inheritance. When Elizabeth went too far with her so-called internship in Dragon, Lord Caerhaven cut off all her efforts. Elizabeth blamed Nina for this downfall. She was sure that this had happened because Nina persuaded her father to destroy her. To make her condition worse, Elizabeth got an accident from her Olympic training that forced her to give up on her ski career forever. With no degree and no skills, there seemed to be no future for her.

On the other hand, Lord Caerhaven enjoyed Nina’s brain as well as her body. For some expensive jewellery, company’s car, promotions that she actually deserved out of her hard-working, Lord Caerhaven blackmailed Nina in a seducing way to make her fused to him. Nina was so sick of Caerhaven’s dirty tricks, it made her decided to push her luck for further promotion related to her last effort which made profits to the company and she also asked for a break up from him. As an answer, she was blindly kicked out from the company.

Nina and Elizabeth are the tall poppies that Lord Caerhaven had cut down from his empire. Both of them had lost everything they have and they were thrown faraway from their dreams. Now they only have one dream left that is to get even with Caerhaven himself and to see him publicly humiliated. How are they going to do that? Will they succeed? How will they compete against each other? Well, this is too good to miss out. Maybe you should read the book yourself, how’s that? ;)

BAHASA
Sebuah novel menarik karya penulis lulusan Oxford yang juga mendapat anugerah Young Poet of the Year tahun 1989 dan pernah menjabat jadi President of Oxford University Rock Society

“Pangkaslah bunga-bunga poppy yang tumbuh terlalu tinggi” – peribahasa Australia (hal.345)

Di Brooklyn, seorang gadis bernama Nina Roth kewalahan dengan beasiswa yang telah membawanya ke salah satu sekolah ternama yang mustahil bisa dimasuki oleh orang dari kelas sosial rendah seperti dia. Meskipun ia cukup cerdas, status sosialnya membuat jarak yang cukup jauh antara Nina dan teman-temannya. Jeff Glazer adalah salah satu cowok populer di sekolah mereka. Sejak Nina menjalin hubungan cinta dengan Jeff, Nina seperti hidup di awang-awang. Jeff menolak untuk bertanggung jawab ketika mengetahui Nina hamil. Dengan hati hancur, Nina memutuskan untuk pergi dari rumah meninggalkan kedua orang tuanya yang eksentrik juga mengundurkan diri dari sekolahnya. Sejak saat itu Nina bekerja keras untuk mengurus dirinya sendiri. Dengan pengalaman bekerja pada toko 7-11 milik orang tuanya, Nina kemudian mendapat pekerjaan pada toko kelontong lain lalu pindah ke sebuah perusahaan farmasi kecil, sebelum akhinya direkrut oleh perusahaan raksasa Dragon Pharmaceutical. Di usia yang masih sangat muda, jalan hidup telah mengasah Nina menjadi kuat dan ambisius. Pengalaman, keberanian dan kecerdasannya menjadi kekuatan Nina untuk menggapai mimpi-mimpinya, meskipun dia sadar ia tidak memiliki gelar akademis.

Di London, Lady Elizabeth berusaha keras merebut hak waris yang ia yakini miliknya. Ia adalah anak pertama dari Lord Caerhaven, anak yang tidak pernah mau diakui oleh Caerhaven sebagai ahli warisnya sampai kapanpun. Elizabeth dikirim untuk bersekolah di Swiss dimana ia dilarang untuk diajari hal-hal yang berhubungan dengan bisnis. Ketika Elizabeth mengetahui bahwa ia memiliki bakat tersembunyi sebagai pemain ski yang handal, Elizabeth menggunakan bakatnya sebagai tiket untuk keluar dari sekolah dengan gelar “Nyonya” ini. Dengan dukungan penuh dari seorang mantan atlet ski olimpiade, Elizabeth menjalani pelatihan intensif dan akhirnya menjadi salah satu untuk atlet kebanggan Inggeris. Ia memiliki semuanya: muda, menarik, berbakat dan juga memiliki gelas bangsawan. Benar-benar paket yang sempurna untuk sorotan public. Meskipun demikian, Elizabeth tidak pernah berhenti berusaha untuk bisa bergabung dengan kerajaan bisnis ayahnya. Dengan gigih ia memohon pada Caerhaven untuk diijinkan magang pada Dragon.

Dua wanita muda dari dua latar belakang yang berbeda kemudian berkompetisi mati-matian untuk mendapat perhatian, popularitas bisnis dan yang paling utama, untuk memiliki kekuasaan. Lord Caerhaven terbiasa sebagai pemegang kontrol tunggal atas perusahaannya. Dia membenci Elizabeth dan akan melakukan apapun agar gadis ini bisa menyingkir dari daftar ahli warisnya. Ketika Elizabeth maju terlalu jauh dengan kesuksesannya bekerja pada Dragon, Caerhaven menggunakan segala cara agar Elizabeth jatuh. Elizabeth menyalahkan Nina sebagai biang keladi perusak masa depannya. Keadaan semakin tidak menguntungkan bagi Elizabeth ketika ia mendapat kecelakaan sewaktu berlatih untuk olimpiade, malapetaka yang membuatnya harus menyimpan peralatan ski untuk selama-lamanya. Tanpa gelas akademis dan kemampuan lain, masa depan seperti benar-benar tertutup bagi Elizabeth.

Di lain pihak Lord Caerhaven menikmati kecerdasan dan juga tubuh muda Nina. Dengan perhiasan-perhiasan mahal, mobil perusahaan dan juga promosi yang memang layak diberikan atas kerja kerasnya, Caerhaven berusaha menguasai Nina agar terikat dengannya dan perusahaannya. Nina benar-benar muak dengan tingkah polah Caerhaven. Ketika ia menuntut promosi baru atas kerja keras yang telah memberikan profit tambahan kepada perusahaan dan juga berusaha memutuskan hubungan pribadinya dengan Caerhaven, dengan semena-mena Nina dipecat dengan tidak hormat dari Dragon.

Nina dan Elizabeth adalah bunga-bunga poppy jangkung yang dipangkas Lord Caerhaven dari kerajaan bisnisnya. Kedua wanita muda ini kehilangan semua yang mereka miliki dan dilempar jauh-jauh dari impian mereka. Hanya satu mimpi yang tersisa yaitu menghancurkan Caerhaven dan mempermalukannya secara terbuka. Bagaimana mereka melakukannya? Akankah kedua wanita ini berhasil? Bagaimana mereka mengalahkan satu dengan yang lainnya? Kalau ini sih mendingan pada baca sendiri aja ya…

2 thoughts on “Tall Poppies [Louise Bagshawe]

  1. “Maju terus dan jadilah pemenang” -> bukan soundtrack AFI ya? :p Katanya sih Tuhan tidak pernah mencobai lebih dari yang bisa kita hadapi. Tp cobaan kan datangnya bukan dari Tuhan ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s