Facing The Light [Adele Geras]


 

Penulis/Author: Adele Geras (2003)
Penerbit/Publisher: Orion Books
Cetakan/Edition: Paperback 2004
Kategori/Category: General Fiction
ISBN: 0-75284-284-6

ENGLISH
The story focuses on the descendants of the late Enthan Walsh, the infamous English painter. Ethan was a short-tempered rather arrogant individual. Before he died, he made Leonora, his only daughter, to promise that his paintings will never leave their house, Willow Court.

Approaching Leonora’s 75th birthday, all the family members were gathered at the Court, the place where Leonora has always stayed all of her life. Children, grandchildren and a great grandchild came to celebrate Leonora’s birthday. Willow Court has taken care all of them sometime on their childhood and being together again in Willow Court has brought back some good and bad memories even revealed the evil scheme that previously laid in enigma.

This is my second book of Geras’ and so far I really adore the way she tells stories because I could feel its warmness. The book is quite thick (503 pages) with many characters involved. Love, hate, friendship, fraud and greedy are common themes for human-related story. This book is no different. But the way Geras linked her characters, their secrets and feelings has made the book very much enjoyable to make me keep on reading it.

The problems, conversations, desires are so belivable. The story plot is also realistic because we may found similar stories about family relationship on our daily life. She used flashback without losing the nuance of each generation to reveal the secrets one-by-one. The fishy background of Ethan’s famous paintings was actually hanging since the first chapter, maybe because I read suspense books too much. But Geras had made me sticked to my reading because I want more. I want to know the “how-why-when” side of the story. I was satisfied indeed.

BAHASA
Cerita ini berkisar pada keturunan mendiang Ethan Walsh, seorang pelukis terkenal asal Inggeris. Ethan adalah seorang mudah sekali marah. Sebelum ia meninggal, ia membuat Leonora, anaknya semata wayang, berjanji untuk selalu menjaga lukisan-lukisannya agar tidak pernah meninggalkan rumah mereka, Willow Court.

Menjelang ulang tahun ke-75 dari Leonora, seluruh anggota keluarga diundang untuk berkumpul di Willow Court, rumah dimana Leonora menghabiskan hari-harinya. Anak, cucu bahkan cicit hadir untuk berpesta merayakan ulang tahun tersebut. Willow Court sangat berjasa bagi mereka karena masa kecil mereka kebanyakan dilewati di tempat ini. Berkumpul bersama anggota keluarga setelah sekian lama selain membawa nostalgia, ternyata justru membuka kembali cerita lalu yang ingin mereka simpan, baik itu cerita bahagia, dukacita maupun rahasia kejahatan yang awalnya tidak seorangpun tahu.

Ini adalah buku kedua Geras yang aku baca dan aku menikmati sekali kehangatannya bertutur cerita. Buku ini lumayan tebal (503 halaman) dan banyak tokoh yang terlibat dalam ceritanya. Tema-tema tentang cinta, kebencian, persahabatan, kepalsuan dan keserakahan bukan hal yang luar biasa untuk sebuah novel. Tetapi aku sungguh-sungguh menikmati cara Geras menyampaikan dan menghubungkan para tokoh, rahasia mereka serta perasaannya masing-masing.

Permasalahan, dialog serta keinginan hati mereka digambarkan tanpa terasa dibuat-buat. Begitupun dengan plot ceritanya yang terasa sangat wajar sehingga mudah kita temukan dalam keseharian mengenai hubungan antara anggota keluarga dengan sejuta permasalahannya. Geras menggunakan gaya flasback dalam bercerita dan membuka satu persatu rahasia yang tersimpan, tanpa sekalipun kehilangan nuansa asli dari masing-masing jaman. Mungkin karena terbiasa membaca cerita detektif, dari bab pembuka pun aku sudah bisa menebak tentang rahasia mencurigakan dibalik lukisan-lukisan indah milik Ethan Walsh. Tapi cara Geras bercerita membuatku terhanyut pada halaman-halaman buku ini dan puas rasanya ketika menutup buku tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s