Posted by: REY. on: October 22, 2007

Penulis/Author: Astrid Lindgren
Penerbit/Publisher: Gramedia
Cetakan/Edition: Juni 2003
Kategori/Category: Novel Anak-anak
ISBN: 979-22-0310-9
Beli di/Purchased at: BukaBuku.Com
Harga/Price: Rp13,500
Pernahkah kau mendengar kisah Emil? Belum? Ah, masa! Di Lonneberga, tak seorang pun tak kenal dia. :roll:
Ada-ada saja kelakuan badung Emil. Dari pagi hingga malam tak henti-hentinya ia membuat kekacauan di Lonneberga, Swedia. Bahkan penduduk Lonneberga akhirnya memutuskan urunan mengumpulkan uang untuk mengirim Emil ke Amerika. Iya, Amerika! Sayang, ibu Emil tidak setuju dengan ide tersebut. Menurut ibu Emil, anak lelakinya adalah anak yang manis meskipun agak nakal. Semua kenakalan Emil selalu ditulis ibu di dalam sebuah buku biru. Inilah beberapa kisah dari buku biru itu. Mungkin kalian bisa ikut memutuskan apakah Emil benar-benar seorang anak nakal. Setelah membaca buku biru ini, aku berpikir judulnya berlebihan. Aku setuju dengan ibu Emil yang selalu berkeyakinan bahwa Emil adalah anak yang baik.
Banyak orang berkata betapa badungnya Emil. Padahal itu semata-mata karena Emil selalu tergesa-gesa dalam melakukan sesuatu, dan tidak seorang pun perduli untuk memberi saran padanya kecuali Alfred. Itulah mengapa Emil sayang benar pada Alfred. Menurutku Emil anak yang cerdik dan baik. Bahkan hukuman kurungan di Pondok Perabot setiap kali ia berbuat kenakalan tidak membuatnya susah hati. Di dalam sana ia terlalu sibuk untuk meraut patung kayu orang-orangan untuk menambah koleksinya.
Aku terharu ketika Emil mengadakan pesta natal dadakan untuk para tuna wisma. Hanya anak baik yang bisa melakukan hal itu bukan? Emil marah besar ketika mengetahui pengawas yang serakah telah memakan semua hidangan natal sumbangan ibunya untuk para tuna wisma. Bayangkan! Para kakek dan nenek renta itu hanya bisa duduk dalam kegelapan malam yang dingin dengan sedikit ikan hering asin untuk makan malam. Bayangkan pula jika kakek dan nenekmu yang berada dalam keadaan demikian. Betapa hancur hatimu, bukan? “Pesta Sikat Bersih” Emil tetap dikenang bahkan sampai Emil dewasa dan menjadi Bupati di Lonneberga. Bukan hanya karena Emil berpikir cepat untuk berbuat kebaikan tanpa ditunda-tunda, tetapi Emil juga berhasil memberi pelajaran berharga untuk pengawas serakah itu.
Penulis Astrid Lindgren adalah salah satu penulis favoritku sepanjang masa. Jika kamu pernah membaca petualangan Pippi Si Kaus Panjang (Pippi Longstocking), atau Seri Bullerbyn atau mungkin kisah Kalle Detektif Ulung, kamu pasti tahu mengapa aku berkata demikian. Semua buku karya beliau selain berisi hal-hal menarik dan menyenangkan, juga berisi hal-hal ironis yang menyentil nurani seperti kisah Emil dan para tuna wisma ini. Atau Pippi, misalnya, adalah anak yatim piatu yang ceria, mudah marah, sedikit slengean tapi baik hatinya. Tuh kan, tidak ada hal yang simpel di sana. Seri Emil telah terbit dalam beberapa judul antara lain “Emil dari Lonneberga” dan “Semua beres kalau ada Emil”.
aku punya cerita ttg “emil” juga, tapi karangan Erich Kastner, bukan Astrid Lindgren.
Lagi dan lagi…ini buku yang ally cuman baca beberapa bab trus di lepas
ugh…
kadang2 emil berlebihan juga ya, tapi cbanyakan baiknya kok hehe
Lupaa udh pernah baca nih buku apa blm tp buku fave gua karangan Astrid adl Ronya, Anak Penyamun :D
October 23, 2007 at 9:10 pm
emil……
aku suka dia……….
gemes-gemes-gemes….
cerdas banget lagi… aku tuh ngakak-ngakak waktu dia punya ide mendapatkan uang dengan membukakan pagar waktu ada acara di rumahnya itu, huehehehehehe