Dari Arsip Campur Aduk Mrs. Basil E. Frankweiler [E. L. Konigsburg]

26 09 2007

Penulis/Author: E. L. Konigsburg (1967)
Penerbit/Publisher: Gramedia
Cetakan/Edition: April 2007
Kategori/Category: Novel Anak-anak
ISBN: 979-22-2773-3

Beli di/Purchased at: BukaBuku.Com
Harga/Price: Rp15,000

Melarikan diri dari rumah memang bukan sesuatu yang dianjurkan, apalagi jika kita masih di bawah umur yang layak untuk bepergian sendiri tanpa pengawasan orang tua. Selain keamanan kita tidak terjamin, tentu orang tua akan khawatir setengah mati. Claudia Kincaid, tokoh kita dalam buku ini, sebal sekali atas perlakuan tidak adil orang tuanya. Sudah lama ia bosan menjadi anak perempuan tunggal dalam keluarga mereka dan ia pun anak sulung dalam keluarga dengan berbagai tugas yang tidak dibebankan pada adik-adiknya. Claudia memutuskan untuk melarikan diri, harap dicatat, BUKAN DARI rumah, melainkan UNTUK PERGI KE tempat lain. Perbedaan yang mendasar bukan? Karena dengan demikian, Claudia secara tersirat menyatakan bahwa ia bermaksud untuk pulang suatu saat nanti.

Adik lelaki keduanya, Jamie, mendapat kehormatan untuk kabur bersama. Bukan tanpa sebab. Claudia adalah tipe orang senang membuat rencana dan ia meyukai hal-hal detail. Menurut Claudia, Jamie tergolong anak yang pelit sehingga bisa dijamin ia punya uang lebih banyak dibanding yang lain. Lalu, Jamie bisa diandalkan untuk mengontrol pengeluaran mereka, dan ia punya radio transistor untuk menghibur jika mereka merasa bosan.

Buku ini seharusnya menjadi buku wajib anak-anak sekolah dasar. Dengan membacanya, kita belajar banyak hal dengan cara yang menyenangkan. Pertama, setelah membaca buku ini, kita pasti kepingin mengunjungi museum, terutama Museum Seni Metropolitan, New York, untuk mengecek kebenaran denah yang terpampang di halaman 58-59 dan mencoba hal-hal yang dilakukan Claudia dan Jamie semasa mereka tinggal dan bersembunyi di sana. Kedua, kita jadi kepingin tahu lebih jauh tentang seni Renaisans Italia dan karya-karya Michaelangelo yang lain. Ketiga dan mungkin paling mengasyikan, kita jadi kepingin memiliki rahasia penting, lalu membuat orang lain tahu kalau kita memiliki rahasia namun tidak bisa membaginya, karena hal itulah yang membuat kegiatan menyimpan rahasia semakin menyenangkan.

Meskipun awalnya niat mereka sekadar melarikan diri, Claudia menginginkan hal yang lebih bermakna untuk dilakukan dan dialami selama acara melarikan diri ini, sehingga ia bisa pulang dan merasa “sedikit berbeda”. Claudia dan Jamie memutuskan untuk belajar dari benda-benda yang ada di museum. Sebuah patung Malaikat yang sangat anggun-lah yang membuat Claudia bertahan tidak akan pulang sebelum ia bisa memecahkan misteri pembuatan patung indah tersebut.

Lalu mengapa judul buku ini “Dari Arsip Campur Aduk Mrs. Basil E. Frankweiler” (atau aslinya dalam Bahasa Inggris “From the Mixed-Up Files of Mrs. Basil E. Frankweiler”)? Patung Malaikat yang dicurigai merupakan karya Michaelangelo itu tadinya milik Mrs. Basil E. Frankweiler yang kemudian dilelang seharga $225. Rahasia tentang patung tersebut tersembunyi dalam deretan lemari arsip Mrs Frankweiler. Claudia dan Jamie dipersilakan mencarinya sendiri untuk menyelesaikan “penelitian” mereka. Mrs Frankweiler adalah orang yang meyukai rahasia, itulah mengapa lemari arsipnya pun campur aduk hanya dia yang bisa memahami. Semuanya semata-mata karena keindahan menyimpan rahasia.

Buku yang diterbitkan empat puluh tahun lalu ini, dan kemudian memenangkan Newbery Award 1968, masih digemari banyak orang. Coba deh browsing internet dan baca testimonial mereka, semuanya bernada positif karena buku ini memang lucu dan mengasyikan. Penulis EL Konigsburg memang layak diacungi dua jempol! Mau baca karya beliau yang lain? Cerita sejarah tentang lukisan Monalisa yang misterius bisa dibaca disini.


Actions

Information

13 responses

27 09 2007
Ally

Sampai sekarang mogok baca buku yang satu ini. Pasti pas chapter mereka menjelajahi museum, bAlly berhenti dan ngulang dari awal.
Aduh penyakit apa ini..

29 09 2007
mina

wah ini buku menarik ya? hmmm…. jadi kepingin

29 09 2007
reygreena

hello Ally & Mina

menurutku buku ini lucu :) apalagi acara ‘mengawaki gawang’ alias duduk di toilet dengan kaki diatas supaya tidak terlihat penjaga hehehe… jadi pingin coba deh! bagian asyik dimulai setelah bertemu Frankweiler yang tegas tapi funky. buku ini sedikit mengingatkan pada “Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken“.

30 09 2007
mina

heeee… aku kok gak suka ya yang Bibbi Bokken itu :(

2 10 2007
reygreena

tema-nya memang mirip sih mina, tetapi menurutku yang ini ceritanya lebih mengalir dan terjemahannya lebih mudah kita nikmati

3 10 2007
kobo

Aku sih suka bagian mandi-mandi trus nemu duit itu, hihihihihi

3 10 2007
reygreena

halo kobo :) iya itu seru, numpang mandi malah dapet duit hehehe.. aku malah suka banget loh rumahnya frankweiler

3 10 2007
Dewi

Hi Rey, apa khabar? Aku jg lagi keranjingan beli buku di bukabuku, palagi pas offer 30% kemaren. hehe…

eniwei.. kayaknya menarik nih buku. beli ahh.. :)

4 10 2007
reygreena

alo dewi, aku baik-baik saja. apa kabarmu jeng? weleh, dikau beruntung! aku cuma kebagian yang 25% aja. menurut pengamatanku beberapa hari terakhir, palasari online lumayan bersaing loh dalam memberi harga. aku mau coba tapi gak tau mo beli apa :P

5 10 2007
astrid

reyyy…ni buku emang lucu buangettt….sayang yah nggak tau dr dulu”…banyak buku yg bagus buat anak kecil tapi nggak diterjemahin disini…aku jadi keranjingan baca buku” newbery sekarang, abis bagus” sih…kalo kamu ada info, mau yaaaaa =)

11 10 2007
Unie

Halo Mbak Rey, lam knal ya :)

Aku baru nemu web ini dan langsung beli bukunya. Lumayan susah ya nyari buku ini di Gramedia. Critanya emang bagus banget en lucu. Aku paling suka kalo si Claudia betulin tata bahasanya Jamie. Kalo pake bahasa Inggris lebih lucu kali ya……

12 10 2007
reygreena

halo unie, terima kasih kunjungannya :) claudia itu mirip-mirip aku loh kalo lagi sok tau hahaha… inikah buku yang berhasil dikau ‘temukan’ pada di rak manajamen? hehehe… baru baca emailnya di milis :p

25 01 2008
septiana

Halo Rey,

Saya juga udah baca ni buku, ceritanya unik. Gak banyak penulis yang nyodorkan tema tentang kebahasaan, gemar membaca, apalagi tentang perpus dan museum. Walaupun di antara plotnya kita harus agak “mikir” karena ada perubahan paradigma. Tapi buku ini oke punya, apalagi dikemas untuk cerita anak2. Wah saya rekomendasikan banget untuk asupan “gizi” anak2 ni :)

Leave a comment