
Kate DiCamillo (2009)
Gramedia
Children Novel
979-22-1383-x
Gramedia GI – IDR18,000 (disc 10%)
Mirip dengan cerita Kakak Beradik Hati Singa oleh Astrid Lindgren, novel ini juga ditujukan untuk pembaca muda/remaja dan bercerita tentang kesedihan. Bedanya, yang ini tidak sedikitpun bernuansa dongeng karena lokasinya bukan di negeri rekaan.
Rob Horton, anak laki-laki usia tanggung, tinggal bersama ayahnya di sebuah motel di Florida. Ibunya sudah lama meninggal. Rob kerap menjadi korban bullying teman-teman sekolahnya, ia dipukuli tanpa alasan di dalam bus sekolah karena sikapnya yang pendiam dan menarik diri. Tekadnya hanya satu: ia tidak akan menangis. Ia mengunci semua perasaan kehilangan, kesedihan dan kesepian di dalam hatinya hingga perasaan-perasaan itu berubah menjadi penyakit kaki borok.
Suatu ketika Rob mendapat teman baru, seorang anak perempuan berwajah angkuh yang memakai pakaian terlalu bagus untuk ukuran sekolah mereka. Karena perbedaannya itulah gadis kecil bernama Sistine ini juga menjadi bulan-bulanan di sekolah. Tidak seperti Rob yang selalu diam dan nrimo, Sistine menanggapi semua bullies tersebut dengan menantang balik. Sistine menyimpan banyak kemarahan dan kecewa di dalam hatinya yang kerap ia salurkan lewat perkelahian. Hampir setiap hari, Sistine pulang dengan mata lebam, badan memar dan ia tetap angkuh.
Mereka menjadi teman karena Sistine ingin ditulari penyakit kaki borok Rob supaya ia juga diperbolehkan untuk tidak masuk sekolah. Rob yang pendiam dan menarik diri akhirnya memiliki teman sebaya yang kebetulan sifatnya sangat bertolak belakang dengan dirinya; Sistine adalah seorang yang meledak-ledak, agresif dan bossy. Dalam kesepian mereka saling menemani, mereka banyak menghabiskan waktu bersama bermain di hutan, terutama dekat kandang harimau yang ditemukan Rob tanpa sengaja. Di sinilah konflik dimulai, Sistine memaksa untuk membebaskan harimau tersebut sedangkan Rob berpikiran sebaliknya. Rob tidak yakin harimau tersebut akan dapat bertahan hidup di luar kandang. Persahabatan mereka diuji.
Sepertinya cerita ini terlalu berat untuk pembaca anak-anak, karena suasana yang kelam dan rasa sedih yang mendalam. Entahlah, bagaimana menurut pembaca yang lain? Ada pelajaran berharga yang bisa diambil dari cerita Rob dan Sistine, salah satunya tentang proses mengambil keputusan penting, terutama yang menyangkut kehidupan orang lain atau mahluk lain. Ada konsekuensi yang harus dihadapi untuk setiap keputusan yang diambil.
Kesedihan, kecewa dan rasa marah adalah hal normal yang dapat dirasakan semua manusia. Anak-anak pra-remaja dalam usia tanggung membutuhkan bimbingan orang dewasa untuk mengatasi kesedihan dan kemarahan mereka. Menyimpan dan menguburnya rapat-rapat di dalam hati atau dengan melampiaskannya kepada orang lain tentu bukan cara yang tepat. Rob dan Sistine dapat melewati masa-masa sulit dan mengatasi kegalauan hati mereka dengan bantuan dan tuntunan dari orang tua atau orang dewasa lain yang mereka percayai.





Recent Comments