Topeng Kaca: Bidadari Merah No.10 [Suzue Miuchi]

7 11 2009

Suzue Miuchi (2009)
Elex Media Komputindo
Cetakan I, Juli 2009
Komik
978-979-27-5348-6
Gramedia Grand Indonesia – IDR 15,000

Menunggu adalah cobaan terberat dalam mengikuti perjalanan Maya Kitajima VS Ayumi Himekawa untuk merebut peran Bidadari Merah. Kalau sebelumnya penggemar Serial “Garasu no Kamen” di Indonesia harus menunggu 8-9 tahun, sekarang hanya 4 tahun saja rentang terbit antara buku kesembilan dan kesepuluh. Untuk pengingat, Bidadari Merah No.9 bisa dibaca disini. Semoga lanjutan berikutnya bisa terbit sebulan sekali seperti yang direncanakan ya. Aku tak sanggup kalau harus menunggu puluhan tahun lagi, dan aku yakin para penggemar lainnya sepaham denganku :)

Buku ke-10 tampil dengan sampul berwarna merah, lebih menarik dibanding nomor sebelumnya. Di sampul muka, gambar Maya terlihat cantik dan Ayumi terlihat anggun. Tidak ada perut buncit yang terlihat. Kisahnya masih seputar latihan Maya dan Ayumi untuk mengasah jiwa Bidadari Merah mereka. Tidak mudah bagi Maya untuk memahami perasaan dan hati Akoya yang menyatu dengan api, air, tanah maupun angin. Berkali-kali sutradara Kuronuma gusar dengan latihan Maya yang pas-pasan. Di sisi lain, Ayumi yang penuh talenta berlatih gerakan-gerakan bidadari di sebuah sanggar senam ekslusif yang diliput oleh media. Maya yang ceroboh dan belum maksimal bersanding dengan Ayumi yang terlihat profesional dan gemulai. Dengan mudah Maya menjadi sasaran empuk cemooh semua orang. Semua orang?? Tentu tidak. Selalu ada 2 orang yang mendukung Maya baik terang-terangan maupun secara simbolis: Ibu Mayuko Chigusa dan Si Mawar Jingga.

Kisah cinta segitiga pun semakin menjadi bagian penting dalam alur Bidadari Merah. Koji terang-terangan menyatakan isi hatinya kepada Maya, sedangkan Mai harus menerima kenyataan pahit bahwa Koji memilih untuk meninggalkannya. Begitu pula dengan si pangeran tampan berhati kulkas, Tuan Masumi Hayami. Sepintar apapun Masumi menyimpan perasaannya untuk Maya terutama di depan Shiori tunangannya, hati Masumi malah bersuara lebih lantang dibanding mulutnya :) Yang tidak pernah ia ketahui, Maya juga mencintainya. Bukan karena ia adalah Masumi yang ganteng dan kaya raya (itu mah bonus)… tapi karena Maya terikat dan termotivasi oleh dukungan-dukungan si Mawar Jingga sejak awal. Hwuaaaaah… cinta memang dahsyat! Jangan lewatkan adegan dramatis Maya hampir tertabrak mobil-mobil yang melaju kencang demi ‘menyelamatkan’ setangkai mawar jingga…

Ini bukan gosip, bukan kompor, bukan pula sihir… Beneran, Bidadari Merah No.10 sudah terbit di Indonesia! Ini buktinya… Bagi teman-teman yang sedang menunggu, silakan buru-buru mampir ke toko buku terdekat untuk membeli atau memesan komik ini sebelum kehabisan. Bagi yang tinggal diluar Jawa, aku sarankan untuk memesan lewat toko buku online yang bisa dipilih pada halaman Knots. Bagi teman-teman yang bolak-balik bertanya apakah aku menjual koleksi Topeng Kaca-ku, jawabannya adalah TIDAK :)





Kakak-Beradik Hati Singa, The Brothers Lionheart [Astrid Lindgren]

18 10 2009

Astrid Lindgren (1973)
Paperback, December 2004
Children Fiction
979-22-1124-1
Gramedia Grand Indonesia – IDR 35,000

I was a bit shocked reading the first chapter of this book, it was heavy with poorness, illness and eventually death, plus it was narrated by a bed-ridden little boy. I felt like crying when I read them, it’s an unusual theme for a children novel. But wait, it’s written by one of the best writers ever existed in this world, so there must be something good coming out of the whole deal ;)

Jonatan went to Nangijala when he passed away, just like his promise to his brother Karl. Nangijala is a beautiful place located beyond the stars, a land of campfires and storytelling. Unlike Jonatan who’s tall, handsome and brave; Karl is fragile, ill and full of fears. With his physical illness, soon Karl also followed Jonatan to Nangijala. Since the day Jonatan left him, that’s the only thing Karl has been waiting for: to be with his loving and handsome brother.

In Nangijala, they live in the Cherry Valley. People there called the boys The Brothers Lionheart. Obviously, they are respected and admired by these people. But even at Nangijala, there’s evil that tormenting the peace with its brutality. This is the adventure that the brave brothers must face. Secretly, Jonatan has been supporting the movement resistance at the neighboring valley, the Thorne Rose, which is being ruled over by Tengil, who enslaves the people of the valley and prisons its leader. Jonatan’s quest is to free Orvar the leader and to free the people of Thorne Rose so they could live cheerfully and peacefully as before.

Everything is different for little Karl. He’s no longer sick, he has straight legs and he can now providing help to his brother. In Nangijala, he’s as strong as his brother and he’s equally brave fighting the evil.  Jonatan is his inspiration, his reason to live and his role model for everything. He’s so proud having Jonatan as his brother and he will do everything to be with him always.

The relationship between Jonatan and Karl is full of love. Karl looks up to Jonatan in awe and admiration, while Jonatan loves and protects Karl unconditionally. Eventhough the story is heavy with war and rebels, but the Lionsheart s loving relationship and bravery set up a good story and example for all readers. Death may not be as scary if we see it from the way Jonatan explained it to Karl. For small and fragile kids, the story is a good motivation to believe that everyone can be a hero, someone with goodness, if they want to.

I read the Bahasa version and I thought the villain’s name “Tengil” has been translated from its original version because “Tengil” in Bahasa means “annoying person” or “annoying behaviour” :)

Lastly, I have a complain for Gramedia the publisher. This novel is thick in comparison with other children novels. I opened the plastic cover just yesterday and today majority of the binding is damaged with loose pages come off quickly. This is a very poor quality of book binding. Shame!





Bullseye Chillers: The Vampire, Edgar Allan Poe’s Tales of Terror, Dr. Jekyll and Mr. Hyde

20 07 2009

Seri Bullseye Chillers adalah serial horor klasik karya pengarang-pengarang ternama yang telah diadaptasi untuk para pembaca anak-anak dan remaja. Dari koleksi inilah aku mengenal cerita-cerita terkenal seperti Frankenstein, Dr Jekyll & Mr Hide, Werewolf dan lain-lain. Siapa bilang cerita horor selalu menyeramkan? Dilengkapi dengan ilustrasi-ilustrasi  hitam-putih yang sangat bagus, serial ini membuat cerita horor klasik menjadi kisah yang dapat dinikmati tanpa takut dan bosan. Tapi siap-siap untuk merinding ya, silakan baca kalau berani hehehe… *ketawa seram*

_____

Sang Vampir / The Vampire (The Vampyre)
John Polidori, Adaptasi oleh Les Martin
Gramedia, 1997
GM 315 97.576

Tampan dan menghipnotis. Itulah kesan pertama Aubrey terhadap Lord Ruthven. Meskipun seluruh kota London berbisik-bisik, Aubrey mau saja diajak pergi kemanapun Ruthven bertualang. Ruthven mengajarkan Aubrey bagaimana menjadi seorang gentleman sejati, mengunjungi penjahit-penjahit terbaik dan menghadiri pesta-pesta pilihan. Tanpa disadari, Aubrey telah terseret ke dalam persahabatan yang membuatnya menjadi umpan bagi setiap mangsa Ruthven.

Ketika Aubrey melarikan diri, Ruthven mengejarnya, membunuh calon istrinya bahkan membuatnya berjanji atas darahnya sendiri untuk tutup mulut tentang pertemuan terakhir mereka di Yunani, dimana Ruthven mati di sisi jurang. Siapa sangka, Ruthven kembali lagi dengan memakai gelar baru Lord of Marsden, dan kali ini ia mengincar Annabelle, adik kandung Aubrey yang lembut dan rupawan. Baca e-book versi aslinya dalam bahasa Inggris dari sini.

_____

Tales of Terror / Kisah-kisah Teror
Edgar Allan Poe, Adaptasi oleh Les Martin
Gramedia, 1997
GM 315 97.577

Buku ini sebaiknya dibaca sebelum gelap, karena terornya bisa membuat ketakutan! Terdiri dari 3 kisah superseram, buku ini memang jauh lebih seram dibanding yang lainnya. Ketiga kisah ini merupakan bagian dari The Works of Edgar Allan Poe Volume 2 of 5 yang bisa dibaca secara online disini.

Topeng Maut Merah” berkisah tentang si Maut Merah yang datang tanpa diundang ke pesta Pangeran Prospero. Pangeran sengaja membawa pengikut pilihannya untuk mengunci diri di dalam benteng bersegel. Namun apa daya, malaikat maut bertopeng penuh darah tidak berhenti hanya karena terhalang tembok benteng. E-book dalam bahasa Inggris bisa dibaca di sini.

Gentong Anggur Amontillado” menceritakan tentang usaha balas dendam Montresor kepada Fortunato yang lancang berani menghina keluarga Montresor. Montresor memperdaya Fotunato untuk masuk ke ruang penyimpanan anggur di bawah tanah yang juga merupakan kuburan keluarga. Dengan anggur, Montresor akan membuat Fortunato jera selamanya. Read the rest of this entry »