Feeds:
Posts
Comments

Text by René Goscinny, Drawings & captions by Albert Uderzo (1989)
Orion
Hardback 2009
Story Book
978-1-4440-0026-9
Periplus Plasa Senayan – IDR170,000

That’s a hell long of a title! Which basically summarising the whole book in one sentence :) This story was originally published in Pilote magazine issue 291, year 1965, with only a few drawings. In 1989 it was published in an album with complete text stories and illustrations and has been sold out for the past decade! This edition has been given a new cover, but said to be identical with the 1989 album.

So, the truth at last! Asterix is telling what had actually happened that day, when Obelix fell into the magic potion. When he was little, Obelix was a bit soft and a very sensitive kid. He wasn’t the brightest either. He didn’t like fighting and always mocked and attacked by other kids on the village. Asterix is very fond of his best friend and so often Asterix must defend Obelix. Those days, the Gauls have been fighting the Romans too and Getafix (Indonesia: Panoramix) has been supplying them the magic potion when needed.

One day, when their dads marched out to fight the Romans, Asterix thought of an idea for Obelix to learn to defend himself. They went to Getafix’ hut to let Obelix drinks some magic potion. Obelix was supposed to take a good gulp of the potion while Asterix is watching at the front door. Just a gulp, not more than that. But you know Obelix, right? He could never resist any food, even it was the magic potion.

When they’re still in the hut, suddenly Asterix saw Getafix walked closer to his home… *danger*

“Obelix!” I whispered, turning back to the hut “Hide, quick! Here comes the druid!”. I heard a “Splosh!” inside the hut, but I didn’t have the time to go and see what it was because the druid marched straight past me and into his hut, smiling kindly at me. I was terribly worried about Obelix. (Picture 11, para 2)

There you go, you can probably guess what “Splosh!” was about. And… that is also the answer to the secret the world was waiting to know. When Obelix fell into the cauldron to hide, he drank the whole magic potion in it. Imagine, a little boy finished the gigantic cauldron full of liquid potion by himself! No wonder the potion’s effect stays forever with Obelix ;) Since then, no kids ever called him a “sissy” anymore.

A good ending for the Gauls is roast boars party when the sun almost set to sleep and little Cacofonix being tied up to the tree. That’s the way it was since they were kids too :D

I found this book by coincidence because my aim was actually Asterix & Obelix’ Birthday which was just recently published. I thought Kinokuniya has overpriced the book, to my disappointment, Periplus priced it even higher! Arrrgh. Then I saw this book, just my luck! Birthday book can wait because it’s newly published anyway, while this book… I never seen or heard of it before. Plus, just like the whole world, I needed to know how did Obelix fall into the cauldron.

This is a treasure book! A must buy for all Asterix & Obelix fans. In this book, Uderzo’s illustrations are so big covering 2 pages a time. All the small details can be enjoyed to last bit of it. Just to highlight the difference, this book is not a comic and it’s not listed as a comic album on Asterix official website.

Sidney Sheldon (1990)
Gramedia
Cetakan ketiga, September 1993
Novel Dewasa
979-511-156-6

Kisah ini merupakan lanjutan dari novel “Lewat Tengah Malam” (The Other Side of  Midnight) yang, terus terang, aku lupa bagaimana detail ceritanya karena sudah lebih dari belasan tahun yang lalu kubaca.

Catherine yang selama ini hilang ingatan akibat trauma percobaan pembunuhan, tinggal di sebuah biara terpencil di Yunani. Sedikit demi sedikit kenangan-kenangan lama mulai menghantuinya dan ia menjadi gelisah tentang masa lalunya. Hal ini merisaukan Costa Demiris.

Constantin Demiris adalah seorang bilyuner, pencinta seni, penakluk wanita… dan pembunuh. Ia memupuk bisnisnya dari bawah, ia sadar akan kesuksesan dan kuasa yang dimilikinya dan ia memiliki ego besar. Larry dan Noelle telah dihukum mati oleh regu tembak Yunani karena membunuh Catherine, padahal Catherine tidak pernah meninggal. Costa yang mengaturnya karena dendam dan cemburu. Costa terlalu mencintai Noelle untuk merelakannya begitu saja untuk Larry. Catherine adalah istri Larry.

Bagi Catherine, Costa adalah dewa penolong yang telah membantunya membangun kembali kehidupannya. Catherine diberi pekerjaan dan kehidupan baru di London, tempat yang benar-benar asing baginya. Bagi Costa, Catherine adalah korban terakhir dari dendam yang belum tuntas terbalaskan untuk pengkhianatan yang dilakukan Larry dan Noelle. London adalah tempat yang tepat untuk menyingkirkan Catherine sementara waktu karena tak seorangpun mengenalnya disana, sementara Costa akan menggiring korbannya ini kedalam perangkap sempurna.

Novel ini bukanlah novel terbaik karya Sidney Sheldon, namun beliau selalu piawai dalam menulis novelnya dengan plot yang berliku-liku, humor yang cerdas, romansa yang seksi, tokoh-tokoh dengan karakter beragam dan kompleks, setting kota-kota dunia yang memukau, ending yang baik dan masih banyak lagi. “Padang Bayang Kelabu” juga memiliki semuanya itu.

Buku yang aku baca ini adalah terbitan lama Gramedia dari koleksiku sendiri. Aku tidak tahu pasti apakah terbitan barunya memiliki perubahan terjemahan. Yang pasti, cetakan lama ini sangat menyenangkan untuk dibaca berulang-ulang dan kisahnya jauh lebih mengasyikan bila dibandingkan dengan “Tiada Yang Abadi” (Nothing Lasts Forever, 1994) dan beberapa novel yang terbit setelahnya. Susunan lengkap novel Sidney Sheldon bisa dilihat disini.

Péyo (1994) (1996) (1968)
Elex Media Komputindo
Softcover, 2009
Komik
978-979-27-6151-1
Gramedia Grand Indonesia – IDR 27,000 – 35,000

Sebenarnya, diantara “Pensmurf Perhiasan” dan “Dokter Smurf” sudah pula diterbitkan ulang “Smurfin”. Tetapi aku memutuskan untuk tidak membeli cetakan barunya karena masih memiliki album versi lama :)

Pensmurf Perhiasan” berkisah tentang nasib sial Smurf Badut yang dipaksa menjadi maling perhiasan dan juga badut penghibur oleh gerombolan manusia jahat. Smurf Badut diculik oleh manusia sewaktu pingsan di pinggir sungai akibat terpeleset. Seluruh warga smurf panik. Papa Smurf bersama beberapa Smurf lain terpaksa harus mencarinya ke kota Abelagot.

Desa smurf memiliki “Dokter Smurf” dan juru rawatnya adalah Smurfin. Smurf mendadak sakit-sakitan karena semua kepingin dirawat oleh Smurfin. Papa Smurf terlalu sibuk di laboratoriumnya untuk menyimak perubahan yang terjadi di desa. Setelah berhari-hari bekerja dan mengabaikan rasa lelahnya, akhirnya Papa Smurf jatuh sakit. Sementara itu, di desa mulai bermunculan praktik-praktik alternatif untuk menyaingi Dokter Smurf. Sedangkan Smurfin yang baik hati, karena terlalu sibuk, ia pun jatuh sakit karena kelelahan.

Ada 3 kisah dalam album “Smurf dan Telur Ajaib“. Papa Smurf menyuruh Smurf Gerutu dan seorang smurf lain untuk mencari telur untuk membuat kue tart besar. Tanpa sengaja mereka menemukan telur ajaib yang bisa mengabulkan keinginan setelah Smurf memukul telur tersebut. Ada smurf sosis, ada gajah bersayap, smurf raksasa, smurf warna-warni, smurf berbulu dan tentunya ada banyak yang kepingin menjadi Papa Smurf! Kisah yang kedua, “Smurf Palsu“, bercerita tentang Gargamel yang menyamar menjadi Smurf. Sayang, ia lupa menyihir buntut untuknya sendiri sehingga penyamarannya hampir berhasil. Kisah “Smurf Keseratus” terjadi menjelang perayaan bulan yang ke 654 tahun. Harus ada 100 Smurf yang menari di bawah sinar rembulan, sedangkan sekarang desa smurf hanya memiliki 99 warga. Tanpa sengaja Smurf Genit tersambar petir ketika sedang mengagumi dirinya di depan cermin. Bayangan Smurf Genit terpisah dari cermin dan ia bisa berjalan sendiri! Sayangnya, bayangan itu hanya bisa melakukan secara terbalik apapun yang dilakukan Smurf Genit sehingga tarian rembulan tetap saja kocar-kacir.

Oh iya, pada halaman 23 album Telur Ajaib, ada referensi tentang Gargamel yang mencuri smurf kecil. Maksudnya mungkin kisah “Si Penculik Smurf” dari album “Smurf Hitam” ya? Soalnya aku terganggu dengan referensi yang merujuk pada edisi Pencuri Smurf, sedangkan Elex Media tidak menerbitkan edisi dengan judul demikian. Sebaiknya memang urutan album “Smurf & Telur Ajaib” diletakkan setelah “Smurf Hitam” supaya sesuai dengan tahun penerbitan awalnya.

Older Posts »