The Tiger Rising / Sang Harimau [Kate DiCamillo]

16 12 2009

Kate DiCamillo (2009)
Gramedia
Children Novel
979-22-1383-x
Gramedia GI – IDR18,000
(disc 10%)

Mirip dengan cerita Kakak Beradik Hati Singa oleh Astrid Lindgren, novel ini juga ditujukan untuk pembaca muda/remaja dan bercerita tentang kesedihan. Bedanya, yang ini tidak sedikitpun bernuansa dongeng karena lokasinya bukan di negeri rekaan.

Rob Horton, anak laki-laki usia tanggung, tinggal bersama ayahnya di sebuah motel di Florida. Ibunya sudah lama meninggal. Rob kerap menjadi korban bullying teman-teman sekolahnya, ia dipukuli tanpa alasan di dalam bus sekolah karena sikapnya yang pendiam dan menarik diri. Tekadnya hanya satu: ia tidak akan menangis. Ia mengunci semua perasaan kehilangan, kesedihan dan kesepian di dalam hatinya hingga perasaan-perasaan itu berubah menjadi penyakit kaki borok.

Suatu ketika Rob mendapat teman baru, seorang anak perempuan berwajah angkuh yang memakai pakaian terlalu bagus untuk ukuran sekolah mereka. Karena perbedaannya itulah gadis kecil bernama Sistine ini juga menjadi bulan-bulanan di sekolah. Tidak seperti Rob yang selalu diam dan nrimo, Sistine menanggapi semua bullies tersebut dengan menantang balik. Sistine menyimpan banyak kemarahan dan kecewa di dalam hatinya yang kerap ia salurkan lewat perkelahian. Hampir setiap hari, Sistine pulang dengan mata lebam, badan memar dan ia tetap angkuh.

Mereka menjadi teman karena Sistine ingin ditulari penyakit kaki borok Rob supaya ia juga diperbolehkan untuk tidak masuk sekolah. Rob yang pendiam dan menarik diri akhirnya memiliki teman sebaya yang kebetulan sifatnya sangat bertolak belakang dengan dirinya; Sistine adalah seorang yang meledak-ledak, agresif dan bossy. Dalam kesepian mereka saling menemani, mereka banyak menghabiskan waktu bersama bermain di hutan, terutama dekat kandang harimau yang ditemukan Rob tanpa sengaja. Di sinilah konflik dimulai, Sistine memaksa untuk membebaskan harimau tersebut sedangkan Rob berpikiran sebaliknya. Rob tidak yakin harimau tersebut akan dapat bertahan hidup di luar kandang. Persahabatan mereka diuji.

Sepertinya cerita ini terlalu berat untuk pembaca anak-anak, karena suasana yang kelam dan rasa sedih yang mendalam. Entahlah, bagaimana menurut pembaca yang lain? Ada pelajaran berharga yang bisa diambil dari cerita Rob dan Sistine, salah satunya tentang proses mengambil keputusan penting, terutama yang menyangkut kehidupan orang lain atau mahluk lain. Ada konsekuensi yang harus dihadapi untuk setiap keputusan yang diambil.

Kesedihan, kecewa dan rasa marah adalah hal normal yang dapat dirasakan semua manusia. Anak-anak  pra-remaja dalam usia tanggung membutuhkan bimbingan orang dewasa untuk mengatasi kesedihan dan kemarahan mereka. Menyimpan dan menguburnya rapat-rapat di dalam hati atau dengan  melampiaskannya kepada orang lain tentu bukan cara yang tepat. Rob dan Sistine dapat melewati masa-masa sulit dan mengatasi kegalauan hati mereka dengan bantuan dan tuntunan dari orang tua atau orang dewasa lain yang mereka percayai.





The Magician’s Elephant / Gajah Sang Penyihir [Kate DiCamillo]

9 12 2009

Kate DiCamillo (2009)
Gramedia
Children Novel
978-979-22-4943-9
Gramedia GI – IDR22,500
(disc 10%)

I’ve got to be honest; I like the book a lot. It’s not as merry as the other kid’s books of my favourite, but this one definitely gives a magical story. I was firstly impressed with the cover which is cold and a little mysterious, but so gentle and smooth in strokes thanks to Yoko Tanaka, the illustrator. The illustrations for this book are great like those of classical stories.

Peter Duchene has only one florit in his pocket. He can spend it to buy bread as commanded by Vilna Lutz, or, in front of Peter, there’s a place to find the truth which also costs one florit. A fortune-teller. One truth, Peter needs to know if his sister is dead or alive. For that, he’s willing to go against Vilna Lutz’ command. The answer to his question is odd. The fortune-teller told Peter to follow the elephant if he wants to find his sister. But there’s no elephant in Baltese!

Well, there wasn’t, until a magician came and brought an elephant to flow in through the ceiling of the opera house right on the leg of Madam La Vaughn, who expected a flower bouquet but lost her leg on that incident instead. From there the story went on with interesting characters, bizarre storyline, all packed in goodness that would change the lives of everyone involved in the story, including the elephant itself.

Who’s Kate DiCamillo? We’re probably more familiar with her earlier books such as “The Tale of The Desperaux” and “The Miraculous Journey of Edward Tulane”, both of which I never read but seen on popular shelves of big bookstores. I have the other one “Tiger Rising”, which also contains bitterness with happy ending in it.

But who’s Kate DiCamillo? I actually asked this question to myself. And I found the answer from here and www.themagicianselephant.com.

The book is worldwidely released on September 8, 2009 and I own the Bahasa version. Read the English excerpt from here. I won’t be surprised if this book will become a classical read for all ages someday ;)





Smurf Hitam, Smurf Bendahara, Raja Smurf [Peyo]

18 11 2009

Péyo (1963) (1992) (1965)
Elex Media Komputindo
Softcover, 2009
Komik
978-979-27-5474-2
Gramedia Grand Indonesia – IDR 24,750 – 31,500
(disc 10%)

Tidak hanya Tintin dan Lucky Luke yang berganti penampilan, Smurf juga ternyata diterbitkan ulang. Beginilah penampilan terbaru dari Smurf yang imut dan kocak: kemasan mungil, sampul mengkilap dan halaman yang (tetap) berwarna-warni. Tidak sedikit penggemar Smurf yang berharap serial ini bisa diterbitkan ulang, dan rupanya Elex Media menanggapi permintaan tersebut dengan serius. Baik ya? :) Kisah-kisah Smurf dahulu kala diterbitkan oleh Aya Media Pustaka, aku nggak tahu penerbit ini masih ada atau sudah bubar. Beberapa kisah Smurf terbitan lama bisa dibaca disini.

Ada 12 judul Smurf yang direncanakan untuk diterbitkan ulang oleh Elex, judul-judul tersebut bisa dilihat di sampul belakang komik. Untuk sekarang, baru 3 judul yang bisa aku temukan di toko buku. Harganya variatif, mulai dari Rp27,000 hingga Rp35,000, tergantung jumlah halaman. Mahal? Enggak juga. Gramedia memberikan diskon 10% sepanjang tahun untuk pembayaran menggunakan kartu kredit BCA, sedangkan toko buku online menawarkan diskon sebesar 12-15% dari harga retail. Murah, bukan? :)

Smuf Hitam” berkisah tentang Smurf Pemalas yang berubah menjadi hitam setelah digigit lalat Bzz. Smurf lain akan tertular bila buntut mereka digigit oleh Smurf Hitam yang ganas dan licik. Semua ramuan Papa Smurf gagal untuk menyembuhkan penyakit menular ini, malah Papa Smurf ikut pula tergigit. Ada 3 kisah dalam komik Smurf Hitam, yang kedua berjudul “Smurf Terbang“. Kalau tidak salah cerita ini akan disambung ke “Astronosmurf”. Kisah “Si Penculik Smurf” membuka perkenalan dengan Gargamel & Azrael, musuh abadi Smurf.

Bendahara Smurf” berkisah tentang para Smurf yang meniru manusia dengan menjadikan koin emas sebagai alat bayar di negeri Smurf. Tidak hanya meniru uang manusia, para Smurf yang tadinya damai sejahtera mulaii menjadi tamak, iri dan pamrih. Kala itu Papa Smurf sedang terbaring sakit. Kisah ini sebenarnya terlalu awal untuk diterbitkan sebagai komik nomor dua, karena di sini sudah ada Smurfin & bayi Smurf, sedangkan kisah Smurfin baru akan diterbitkan Elex di urutan komik kelima. Oh iya, dalam kisah ini kita juga bertemu dengan teman-teman lama Smurf, Olivier dan Homnibus, yang kerap muncul di Johan & Pirlouit.

Smurf memang nakal, ada-ada saja kelakuan mereka kalau Papa Smurf tidak ada. Ketika Papa Smurf harus pergi mencari bubuk Spurge untuk ramuan terbarunya, para Smurf bertengkar karena semua merasa pantas untuk menjadi pemimpin pengganti. Mungkin Opa Peyo sedang menyindir pembaca (manusia) dengan membiarkan kita melihat  tingkah polah Smurf yang sikut-menyikut dalam kampanye dan pemilu pertama mereka di cerita “Raja Smurf“. Kisah “Konser Smurfoni” adalah salah satu kisah yang paling mengharukan karena Smurf menunjukan kekompakan mereka saudara bersaudara. Meskipun Smurf Sumbang kurang berbakat dalam memainkan alat musik, Smurf lainnya berbesar hati untuk membiarkan Smurf Sumbang ini ikut dalam simfoni mereka. Ceritanya lucu dan sebaiknya dibaca langsung dari komiknya. Dijamin seru deh ;)